Angin kencang melanda Kabupaten Sleman sejak Jumat (23/1) malam hingga Sabtu siang hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat hingga siang ini dampak angin kencang mengakibatkan pohon tumbang, atap rumah beterbangan, hingga menyebabkan korban luka dan meninggal dunia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro saat dikonfirmasi mengatakan hingga pukul 12.00 WIB siang ini dampak angin kencang meliputi 7 kapanewon. Dampak terparah melanda Kapanewon Cangkringan dan Turi.
"Angin kencang yang melanda Sleman sejak semalam hingga siang ini, data pukul 12 siang melanda di 7 kapanewon," kata Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Bambang menjelaskan pergerakan angin ini tidak disertai adanya potensi hujan. Namun berdampak kerusakan di beberapa wilayah. Dia merinci di Kapanewon Cangkringan dilaporkan terdapat 16 titik kejadian. Meliputi pohon tumbang menimpa jaringan listrik, rumah, hingga menutup akses jalan.
Kemudian di Kapanewon Pakem dilaporkan ada 13 titik kejadian pohon tumbang dampak dari angin kencang. Selain itu, atap rumah warga juga beterbangan diterpa angin.
2 Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang
Sementara itu di Kapanewon Depok, dilaporkan ada pohon tumbang yang menimpa pengendara motor hingga meninggal dunia.
"Di Karangmalang Caturtunggal, pohon tumbang menimpa pengendara motor. Korban jiwa 2 orang sudah dibawa ke RS Bhayangkara," ujarnya.
Bambang melanjutkan, di Kapanewon Ngemplak dilaporkan satu titik pohon tumbang dan saat ini masih proses penanganan. Kemudian di Kapanewon Sleman terdapat tiga titik kejadian dan masih ada yang dalam proses penanganan petugas.
Dampak angin kencang juga dirasakan sampai ke Kapanewon Tempel. Dilaporkan terdapat tiga titik kejadian pohon tumbang yang menutup akses jalanan dan ada yang menutup aliran sungai.
Di Kapanewon Turi, terdapat 15 titik dampak angin kencang. Meliputi pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik, rumah. Kemudian tembok rumah roboh, kubah masjid terbang tersapu angin. "Untuk di Turi sebagian sudah selesai dan sebagian masih proses," jelasnya.
Bambang melanjutkan, dalam kejadian angin kencang ini selain korban jiwa dan kerusakan, juga terdapat korban luka. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati dengan dampak angin kencang yang melanda Sleman.
"Data sementara ada 2 korban meninggal dunia. Kemudian satu orang luka sudah dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.
Simak Video "Video: Badai Claudia Hantam Eropa, Banjir Bandang Terjang Inggris-Portugal"
(afn/apl)