Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Sleman pada siang hingga sore ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat dampak cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga tanah longsor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan berdasarkan data terakhir hingga pukul 16.50 WIB, dampak hujan angin tersebar di delapan kapanewon. Rinciannya di Kapanewon Berbah, Gamping, Kalasan, Minggir, Moyudan, Pakem, Prambanan, dan Sleman.
"Dampak hujan disertai angin kencang di Sleman dari pukul 14.00 WIB hingga sore ini tercatat di 8 kapanewon. Dampaknya ada yang merusak bangunan, longsor, dan pohon tumbang," kata Bambang kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data sementara BPBD Sleman, Kapanewon Berbah menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Tercatat ada tujuh titik kerusakan dengan mayoritas atap bangunan terhempas angin kencang.
"Di Tegaltirto, Berbah, ada pohon tumbang menimpa bangunan rumah, kemudian atap seng, dan dinding rumah semipermanen, usuk, dan seng rumah roboh. Kemudian talud ambrol. Ada juga atap kandang ternak di Jogotirto yang terangkat angin kencang," ujarnya.
Bambang melanjutkan, di area perbukitan Kapanewon Prambanan dilaporkan terjadi tanah longsor.
"Di Gayamharjo tebing setinggi kurang lebih 10 meter dengan panjang sekitar 7 meter longsor menimpa rumah dengan kerusakan atap rumah bagian belakang. Kemudian di Wukirharjo dilaporkan ada tanah bergerak. Saat ini masih proses asesmen," ucapnya.
Sementara itu, di Kapanewon Gamping tercatat pohon tumbang menutup akses jalan di Ambarketawang. Kemudian talud makam longsor terkikis arus sungai di Balecatur.
Kemudian di Kapanewon Moyudan tercatat ada empat titik pohon tumbang di Sumberarum menimpa rumah, kandang, dan melintang di jalan.
"Di Kapanewon Minggir, Dusun Ngaranan, pohon jati tumbang menimpa rumah, saat ini sudah terkondisi," ucapnya.
Selanjutnya di Kapanewon Kalasan, tepatnya di Kedulan, Tirtomartani, tebing longsor menyebabkan pohon roboh. Sementara di Kapanewon Pakem, sebuah pohon di area makam tumbang dan sempat menimpa jaringan listrik. Terakhir di Kapanewon Sleman, pohon tumbang menimpa bangunan resto dan penginapan.
Bambang mengatakan, petugas gabungan dari BPBD, relawan, TNI/Polri, dan warga setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. "Sebagian besar lokasi seperti pohon yang menutup jalan sudah terkondisi dan dibersihkan. Namun untuk titik longsoran talud sungai dan tebing masih belum sepenuhnya terkondisi," tutur dia.
BPBD Sleman terus melakukan asesmen lanjutan serta mendistribusikan bantuan logistik darurat bagi warga yang terdampak. "Kami terus berkoordinasi dengan pihak kapanewon dan kalurahan untuk pendataan, serta memberikan dorongan logistik bagi warga terdampak," pungkasnya.
(aku/dil)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja