Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/4) sore. Akibatnya, sejumlah kejadian seperti talud longsor, rumah tergenang, hingga pohon tumbang dilaporkan di beberapa kapanewon.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan dampak cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kapanewon Gamping, Mlati, dan Sleman.
Di Gamping, terdapat beberapa kejadian seperti talud longsor di Nogotirto serta genangan air yang merendam sejumlah rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Nogotirto ada beberapa titik talud longsor yang masih dalam proses penanganan. Selain itu, beberapa rumah warga juga dilaporkan tergenang air," kata Bambang kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Sementara itu di wilayah Mlati, hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Tlogoadi yang menimpa kabel telepon. Selain itu, terdapat pondasi longsor yang mengancam rumah warga di wilayah yang sama.
"Untuk di Mlati, ada pohon tumbang di sempadan jalan dan mengenai kabel telepon, kemudian juga ada fondasi longsor yang berpotensi membahayakan rumah warga," jelasnya.
Adapun di Kapanewon Sleman, pohon tumbang sempat melintang di Jalan PJKA Pangukan. Namun, kondisi tersebut kini telah berhasil ditangani petugas.
"Untuk yang di Pangukan sudah tertangani dan akses jalan kembali normal," ucap Bambang.
BPBD Sleman saat ini masih melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna mempercepat proses penanganan.
"Tim kami masih di lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan bisa segera selesai," pungkasnya.
(apl/dil)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja