Pelapak Sol Sepatu-Permak Jin di Jalan Dr Sardjito Tempati Pasar Terban

Pelapak Sol Sepatu-Permak Jin di Jalan Dr Sardjito Tempati Pasar Terban

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 24 Jan 2026 12:38 WIB
Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026).
Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja.
Jogja -

Para pelapak jasa sol sepatu, permak jin, hingga pembuatan stempel di Jalan Dr Sardjito, Terban, Gondokusuman Kota Jogja mulai menempati lokasi baru usai lapak dibongkar pagi ini. Mereka kini direlokasi di lantai 1 Pasar Terban.

Pantauan detikJogja siang ini, tempat relokasi berada di lantai 1 pasar Terban, di sisi kanan pintu masuk setelah menaiki tangga. Di los tersebut, tampak beberapa penjahit sudah mulai beroperasi. Namun beberapa lainnya masih tampak kosong.

Salah satu penyedia jasa permak, Giyarto atau akrab disapa Thole, menjelaskan ia sudah mulai membuka lapaknya di lokasi baru sejak Senin (19/1). Sebelumnya, proses bongkar, angkut, hingga menata lapaknya Thole kerjakan selama sepekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang saya selamatkan (dari lapak lama) ya seng sama alat-alat saya, kalau seng daripada jadi rosok saya manfaatkan untuk ngiyupke kayu, rumah saya kan ndeso, jadi (seng) untuk ngiyupkan kayu bakar," ujarnya saat ditemui detikJogja di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT
Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026).Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Thole mengaku semenjak pindah di lokasi baru, ia hanya mengandalkan pelanggan tetap yang sudah mengetahui kabar relokasi. Pasalnya, kabar relokasi ini menurutnya belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau konsumen baru masih 1-2, ndak seramai di tempat dulu. Saya beranggapan, pokoke saya mempertahankan pelanggan dekat-dekat sini, kalau saya buka di luar pelanggan saya hilang, pelanggan tinggal ngontak terus ke sini," paparnya.

"Kalau menurut saya rapi sih rapi ya, dibanding yang dulu, cuma ramenya rame yang dulu, kalau di sini fasilitas apa-apa sudah ada. Cuma pelanggan aja yang belum sepenuhnya lari ke sini, perlu promosi lagi," imbuh Thole.

Meski begitu, Thole tak memungkiri jika fasilitas yang disediakan di tempat baru cukup lengkap. Hanya saja memang pemerintah perlu menggenjot promosi agar pasar Terban menjadi ramai.

"Ada retribusi, cuma ndak terlalu berat Rp 1.080.000 setahun, cuma nanti nggak tahu kalau ramai ada perubahan ndak," ungkap Thole.

"Belum tahu (termasuk biaya listrik dan air atau tidak), tapi sementara ini listrik dan air sudah tersedia, fasilitas sampah juga ada yang ngambili," lanjutnya.

Adapun lapak-lapak lama di Jalan Dr Sardjito sudah mulai dibongkar pagi ini. Direncanakan kawasan itu akan bersih besok Senin (26/1). Pantauan detikJogja di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, lapak-lapak sisi barat di utara jalan menjadi yang pertama dieksekusi. Meski begitu, beberapa lapak lainnya sudah terlihat rata dengan tanah.

Beberapa personil Satpol PP Kota Jogja juga nampak mengamankan jalan sekaligus membantuk para pelelang membongkar lapak-lapak. Beberapa mobil pikap juga tampak nyender di bahu jalan menunggu muatan bongkaran.

"Kami hari ini diperintahkan untuk monitoring sekaligus untuk membantu kelancaran lalu lintas, sukur-sukur tenaga kita bisa untuk meringankan pembongkaran ini," terang Komandan Regu Pastibum Satpol PP Kota Jogja, Salin dijumpai detikJogja di jalan Dr Sardjito, Sabtu (24/1).

"Ini kurang lebih sekitar 12-15 personil, rencana sampai Senin diupayakan bersih," sambung Salin.

Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026).Los sol sepatu dan permak jeans di Pasar Terban, Sabtu (24/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Salin menambahkan, pihaknya dalam kegiatan eksekusi lapak-lapak ini bukan sebagai eksekutor, makanya personil yang bertugas tidak terlalu banyak. Pasalnya, pembongkaran ini sudah sepenuhnya di serahkan ke pelelang.

"Bukan (Satpol PP bukan eksekutor), ini kan posisi sudah ke pelelang ya, yang bongkar dari pelelang. Penghuninya nggak ikut karena sudah pindah, ini tinggal sisa-sisanya sudah dilelang," ujarnya.

"Tadi mulai jam 08.00 WIB, kayaknya nggak sampai malam, karena resiko (kepadatan) jalan to, terlalu mengganggu akses jalan," pungkas Salin.



(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads