Profil Noe Letto, Anak Cak Nun yang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI

Profil Noe Letto, Anak Cak Nun yang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 18 Jan 2026 11:51 WIB
Profil Noe Letto, Anak Cak Nun yang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI
Noe Letto, dilantik jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI. Foto: (Dok Instagram Menhan RI)
Jogja -

Vokalis Letto, Noe, yang bernama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh dilantik menjadi tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikannya digelar pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu bersama 11 tenaga ahli lainnya di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Menurut informasi di situs resmi Kemhan RI, pelantikan Noe dipimpin langsung oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Ke-12 orang yang dilantik didasarkan atas Keputusan Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.

Pelantikan Noe dikonfirmasi oleh Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Ia menyebut Noe bakal berkontribusi memberi dukungan pemikiran strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku," katanya kepada wartawan, Minggu (18/1/2026), dilansir detikNews.

"Pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan profesional, kompetensi, dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional lainnya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Nama Noe sudah tidak asing lagi untuk para penggemar Letto, band pop yang ngetren tahun 2000-an. Ia mendirikan Letto pada 2004 bersama 3 orang teman SMA-nya usai dipisahkan kesibukan masing-masing.

Ingin tahu lebih dalam mengenai Noe? Simak profil ringkasnya di bawah ini!

Putra Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun

Diringkas dari buku Inspiring Stories tulisan Ahmadun Yosi Herfanda dan Irwan Kelana, Muhammad Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun adalah ayahanda Noe. Ibunya bernama Neneng Suryaningsih.

Usai orang tuanya bercerai, Sabrang mendapat ibu sambung baru, yakni Novia Kolopaking. Ketiganya hidup berdampingan dengan prinsip kesetaraan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Cak Nun ketika diwawancarai.

"Hubungan saya dan Via (Novia) dengan Sabrang (Noe) sangat egaliter, tidak ada nuansa bapak-ibu-anak. Kita dengan Sabrang lebih sebagai teman. Jika Sabrang nanti menikah, yang mendampingi tetap saya dan ibunya Sabrang. Via panitianya," ujar Cak Nun.

Berdasar catatan detikHot, Noe Letto menikah pada Februari 2009 silam dengan kekasihnya, Uchie atau bernama lengkap Fauzia Fajar Putri. Keduanya dianugerahi seorang putri selang setahun masa pernikahan.

Pendidikan Noe Letto

Sabrang memulai pendidikannya di SD 1 Yosomulyo, kemudian meneruskannya ke SMP Xaverius di Lampung. Tamat dari SMP itu, Sabrang berganti arah untuk menempuh studi di SMAN 7 Jogja.

Untuk Sabrang, Cak Nun memilih memasukkannya ke sekolah 'biasa' alih-alih sekolah unggulan atau berlabel Islam. Alasannya, agar Noe dapat bergaul dengan semua kalangan tanpa pandang bulu.

Dari SMAN 7 Jogja, Sabrang berangkat merantau ke Kanada. Ia tercatat mengambil pendidikan di jurusan Matematika dan Fisika University of Alberta. Ilmu yang dimilikinya membuat Noe beberapa kali diundang untuk berbagi pengetahuan di sejumlah universitas di Indonesia.

Karier Noe Letto

Berbicara tentang karier, semua bermula dari Letto yang ia dirikan pada 2004 bersama teman-temannya. Menurut informasi dari dokumen unggahan UIN Antasari, personil Letto sempat berganti-ganti.

Namun pada akhirnya, ada 4 personil utama, yakni Ari Prastowo (Arian), Dedy Riyono (Dhedot), Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe), dan Agus Riyono (Patub). Band pop ini menelurkan album perdananya pada 2005 dengan tajuk Truth, Cry, and Lie.

Sukses dengan album pertama itu, Letto kembali beraksi pada 2007 lewat album kedua yang berjudul Don't Make Me Sad. Karya-karya Letto yang lain di antaranya adalah album Lethologica (2009), album Cinta Bersabarlah (2011), dan single Fatwa Hati (2020).

Kiprah pria kelahiran 10 Juni 1979 ini tidak terbatas di dunia olah suara saja. Pada 2008, ia mendirikan Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman. Dilihat dari Instagramnya, @picklockfilms.official, rumah produksi ini sudah mengeluarkan sejumlah film, seperti Minggu Pagi di Victoria Park; Guru Bangsa Tjokroaminoto; Rayya, Cahaya di Atas Cahaya; dan Sampai Nanti, Hanna! Laman IMDb, menyebut Noe sebagai produser untuk keempat film itu.

Demikian profil ringkas Noe Letto, putra Cak Nun yang didapuk jadi tenaga ahli DPN pekan kemarin. Semoga bermanfaat!




(par/par)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads