- Profil Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela 1. Latar Belakang 2. Karier Politik 3. Menjadi 'First Combatant' dan Kedekatan dengan Maduro
- Kasus Cilia Flores yang Penuh Kontroversi 1. Kasus Keluarga dan Sorotan Internasional 2. Penangkapan oleh Militer AS dan Tuduhan Berat
- Cilia Flores: Figur Politik yang Terpolarisasi
Nama Cilia Flores menjadi sorotan dunia setelah operasi militer Amerika Serikat di Caracas pada awal Januari 2026. Istri Presiden Venezuela Nicolás Maduro itu ikut ditangkap dalam eskalasi konflik yang langsung mengubah peta politik kawasan Amerika Latin dan memancing reaksi internasional.
Di balik statusnya sebagai ibu negara, Flores bukan figur simbolik. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai pengacara, politisi, dan tokoh inti gerakan Chavismo. Perjalanannya dari pembela Hugo Chávez, pimpinan parlemen, hingga aktor berpengaruh di lingkar kekuasaan Maduro membentuk posisi yang kerap dipuji pendukung dan dikritik keras lawan politik.
Rangkaian peristiwa terbaru membuat publik bertanya lebih jauh tentang siapa Cilia Flores, bagaimana perannya dalam pemerintahan Venezuela, dan mengapa namanya selalu muncul dalam pusaran kontroversi besar. Mari kenali Cilia Flores lebih dalam, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Cilia Flores memiliki karier politik mapan jauh sebelum menjadi istri Presiden Nicolás Maduro.
- Perannya dalam Chavismo menempatkannya sebagai figur berpengaruh, bukan sekadar ibu negara seremonial.
- Penangkapan Januari 2026 menandai titik balik besar dalam konflik Venezuela-Amerika Serikat dan memperbesar sorotan global terhadap Flores.
Profil Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJogja dari CNN Venezuela, BBC News Mundo, serta Swiss Info, berikut ini adalah profil Cilia Flores selengkapnya.
1. Latar Belakang
Cilia Flores lahir pada 1956 di Tinaquillo, negara bagian Cojedes, Venezuela. Ia tumbuh di lingkungan sederhana di wilayah barat Caracas setelah keluarganya pindah ketika ia masih kecil. Latar ini sering ditekankan oleh Maduro untuk menegaskan kedekatan Flores dengan rakyat kecil.
Flores menempuh pendidikan hukum di Universitas Santa María, Caracas, dan mengambil spesialisasi hukum pidana serta ketenagakerjaan. Titik balik hidupnya datang setelah percobaan kudeta gagal yang dipimpin Hugo Chávez pada 1992.
Saat itu, Flores bergabung dalam tim pengacara yang membela Chávez dan para perwira militer pendukungnya. Dari sinilah keterikatannya dengan gerakan Chavismo bermula.
Dalam periode yang sama, ia bertemu Nicolás Maduro, yang kala itu aktif dalam jaringan sipil pendukung Chávez. Hubungan personal dan politik keduanya tumbuh seiring menguatnya gerakan Bolivarian.
2. Karier Politik
Berbeda dengan stereotip ibu negara, Cilia Flores telah membangun karier politik jauh sebelum resmi menjadi istri presiden. Ia ikut mendirikan organisasi hak asasi dan terlibat dalam berbagai kendaraan politik Chávez, mulai dari MBR-200, MVR, hingga Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV).
Pada tahun 2000, Flores terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela. Kariernya terus menanjak hingga pada 2006 ia mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua Majelis Nasional. Posisi tersebut menjadikannya salah satu pejabat paling berkuasa secara institusional di Venezuela saat itu.
Selama enam tahun memimpin parlemen, Flores dikenal sebagai figur keras yang sepenuhnya loyal pada agenda Chávez. Masa jabatannya tidak lepas dari kontroversi, termasuk keputusan melarang akses pers ke ruang sidang parlemen.
Pada 2012, Chávez menunjuk Flores sebagai Jaksa Agung Venezuela. Jabatan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam struktur negara, bahkan sebelum ia resmi menyandang status ibu negara.
3. Menjadi 'First Combatant' dan Kedekatan dengan Maduro
Setelah Chávez wafat dan Maduro memenangkan pemilu presiden 2013, Flores resmi menjadi ibu negara usai menikah pada Juli 2013. Namun, dalam terminologi Chavismo, ia tidak disebut first lady, melainkan 'first combatant'. Istilah ini diperkenalkan Maduro untuk menegaskan bahwa istrinya bukan figur seremonial, melainkan pejuang politik.
Sejak saat itu, Flores cenderung menurunkan eksposur publiknya. Meski begitu, sejumlah pengamat politik yang dikutip CNN menyebutnya sebagai figur berpengaruh di balik layar dan penasihat utama Maduro, terutama pada masa konsolidasi kekuasaan pasca-Chávez.
Ia sempat kembali terpilih sebagai anggota parlemen pada 2015 dan kemudian bergabung dengan Majelis Konstituante Nasional pada 2017. Majelis Konstituante Nasional ini menjadi lembaga yang banyak menuai kritik internasional.
Kasus Cilia Flores yang Penuh Kontroversi
Setelah memahami profil dan latar belakangnya, sekarang mari kita beralih ke pembahasan mengenai kasus Cilia Flores yang kontroversial.
1. Kasus Keluarga dan Sorotan Internasional
Bab paling sensitif dalam perjalanan Cilia Flores berkaitan dengan kasus hukum keluarganya. Pada 2015, dua keponakannya ditangkap oleh agen DEA di Haiti dan dibawa ke Amerika Serikat. Keduanya kemudian divonis 18 tahun penjara atas kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Flores kala itu menyebut penangkapan tersebut sebagai penculikan bermotif politik.
Kasus ini memperkuat sorotan internasional terhadap lingkar dalam kekuasaan Maduro. Pada 2018, pemerintah Amerika Serikat dan Kanada menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Flores, dengan alasan keterlibatannya dalam struktur kekuasaan yang dinilai merusak demokrasi Venezuela.
Pernyataan resmi Departemen Keuangan AS, sebagaimana dikutip BBC News Mundo, menempatkan Flores sebagai bagian dari inner circle yang menopang kekuasaan Maduro. Maduro merespons keras sanksi tersebut, menyebutnya sebagai serangan pengecut terhadap keluarganya.
2. Penangkapan oleh Militer AS dan Tuduhan Berat
Situasi memuncak pada Sabtu, 3 Januari 2026, ketika Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Caracas. Dalam operasi tersebut, Cilia Flores ditangkap bersama Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan kemudian dibawa keluar dari Venezuela.
Operasi tersebut disertai ledakan di sejumlah titik strategis Caracas, termasuk kawasan Fort Tiuna yang dikenal sebagai kompleks militer utama Venezuela. Setelah serangan berlangsung, Presiden Amerika Serikat mengumumkan secara terbuka bahwa Maduro dan istrinya telah berada dalam kendali otoritas AS.
CNN Venezuela melaporkan bahwa otoritas penegak hukum Amerika Serikat telah mengajukan dakwaan serius terhadap pasangan tersebut. Tuduhan yang disampaikan mencakup konspirasi narkoterorisme, penyelundupan kokain ke Amerika Serikat, serta kepemilikan dan konspirasi penggunaan senjata berat. Jaksa federal AS menyatakan bahwa keduanya akan dihadapkan pada proses hukum penuh di pengadilan Amerika Serikat.
Penangkapan pada 3 Januari 2026 ini menandai eskalasi paling drastis dalam konflik panjang antara Washington dan Caracas. Bagi Cilia Flores, peristiwa tersebut mengubah posisinya dari figur kekuasaan di balik layar pemerintahan Chavismo menjadi tokoh utama dalam krisis geopolitik yang kini menjadi perhatian dunia internasional.
Cilia Flores: Figur Politik yang Terpolarisasi
Cilia Flores dipandang sebagai simbol kekuasaan Chavismo. Bagi pendukungnya, ia adalah pejuang setia revolusi Bolivarian. Bagi pengkritiknya, ia adalah representasi nepotisme dan kekuasaan tanpa akuntabilitas.
Terlepas dari penilaian tersebut, satu hal sulit dibantah. Cilia Flores bukan figur pelengkap dalam politik Venezuela. Ia adalah aktor utama yang jejak hidupnya mencerminkan naik-turunnya Chavismo, dari revolusi, kekuasaan, hingga krisis internasional yang kini memasuki babak baru.
Perjalanan Cilia Flores mencerminkan dinamika kekuasaan Venezuela dalam dua dekade terakhir. Dari ruang sidang hukum hingga krisis geopolitik, jejaknya menunjukkan bagaimana figur di balik layar bisa menjadi pusat perhatian dunia dalam satu momentum menentukan.
(par/par)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur