Sebagai hewan peliharaan kesayangan, kucing yang hilang tentu membuat pemiliknya dilanda rasa panik maupun khawatir. Untuk itu, para pemilik yang kehilangan kucingnya kerap melakukan berbagai cara agar bisa menemukannya, termasuk berdoa kepada Allah SWT. Lantas, bagaimana bacaan doa mencari kucing yang hilang?
Menurut laman PetMD, ada berbagai penyebab kucing hilang dan tidak kunjung pulang ke rumah. Sebut saja mencari pasangan saat belum disteril, berburu dengan mengejar hewan-hewan pengerat, mempertahankan wilayah dari kucing lain, mencari makanan, sampai mengalami gangguan di rumah yang membuatnya tak nyaman.
Kemudian saat kucing sedang mengalami luka atau tidak nyaman, ada kemungkinan mereka akan mencari tempat berlindung. Namun, tidak melulu di dalam rumah. Berbagai faktor tadi yang membuat kucing bisa saja justru tidak kembali pulang ke rumah dan hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dihadapkan pada kondisi tersebut, ada ikhtiar yang bisa dilakukan oleh seorang muslim. Termasuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan untuk bertemu hewan peliharaan kembali. Sebagai panduan, berikut bacaan doa mencari kucing hilang agar pulang ke rumah.
Poin Utamanya:
- Tidak ada doa khusus untuk kucing hilang, namun muslim dianjurkan membaca doa mencari barang hilang sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT. Doa ini berisi petunjuk permohonan agar yang hilang bisa kembali dengan bacaan latin, "Allaahumma ya rabbadh-dhaallati wa yaa haadiyan minadh-dhalaati rudda dhaalatii."
- Kucing memiliki keistimewaan dalam Islam dan wajib disayangi, bahkan sebuah riwayat hadits menerangkan adanya ganjaran neraka saat memperlakukan hewan ini dengan buruk.
- Barang atau hewan yang hilang tidak boleh diumumkan di masjid, karena masjid diperuntukkan untuk ibadah, bukan mencari sesuatu yang hilang, sebagaimana ditegaskan dalam hadits Nabi SAW.
Doa Mencari Kucing Hilang
Sejatinya, belum ada bacaan doa yang dikhususkan untuk mencari kucing yang hilang agar ketemu. Sebaliknya, kaum muslim bisa mengamalkan doa saat mencari barang-barang yang hilang.
Seperti halnya dijelaskan dalam buku '101 Doa Anak Saleh' oleh Tim Darul Ilmi, terdapat sebuah doa mencari barang hilang yang berisikan permohonan kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk dan berharap barang yang hilang bisa kembali. Berikut bacaan doanya:
اللهُمَّ يَارَبَ الضَّالَّةِ وَيَا هَادِ يَا مِنَ الضَّلَالَةِ رُدَّ ضَالَّتِي
Allaahummaa ya rabbadh dhaallati wa yaa haadiyan minadh dhalaati rudda dhaalatii.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan dari sesuatu yang hilang, ya Tuhan yang memberikan petunjuk dari kesesatan, kembalikanlah barangku yang hilang."
Kemudian ada juga doa mencari sesuatu hal yang hilang dan tercantum di dalam riwayat hadits. Menukil dari buku 'Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi' tulisan Imam an-Nawawi, diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dalam kitab Sunan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa saja yang membaca di waktu pagi kalimat:
سُبْحَانَ اللَّهِ حِيْنَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ، وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيَّاً، وَحِينَ تُظْهِرُونَ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُونَ ( الروم : 17-19)
Subhaanallaahi hiina tumsuuna wa hiiina tusbihuun, wa lahul hamdu fis samaawaati wal ardli wa 'ashiyyaa, hiina tudhhiruun. Yuhri-jul hayya minal mayiti wa yuhrijul mayita minal hayyi, wa yuhyil ardla ba'da mautihaa, wa kadzaalika tuhrajuun.
Artinya: 'Mahasuci Allah, ketika kalian memasuki waktu sore dan waktu pagi, dan bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi, dan ketika kamu berada dalam waktu petang hari, dan di waktu kamu berada dalam waktu Zuhur. Dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan Dia yang telah menghidupkan bumi, setelah mati, dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan dari kubur'.
Niscaya dia akan mendapatkan barang yang hilang darinya pada hari itu, dan jika dia membacanya pada waktu petang, niscaya dia akan mendapatkan barang hilang darinya di malam hari itu'."
Kendati begitu, Imam Bukhari menerangkan dalam kitab ad-Dhu'afaa', bahwa hadits tersebut dhaif atau lemah. Kemudian ada riwayat lain yang menganjurkan kaum muslim membaca dzikir di pagi dan petang. Diriwayatkan:
"Sungguh Nabi Muhammad SAW mengajariku, beliau bersabda:
'Ketika waktu pagi, bacalah:
سُبْحانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهِ، كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ أَعْلَمُ ، أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً
Subhaanal laahi wabihamdih, laa quwwata illaa bil laahi maa sy-aa-al laahu kaana wa maa lam yasya' lam yakun a'lam, annal laaha 'alaa kulli sya'in qadiir, wa annnal laaha qad ahaatha bikulli sya-in 'ilmaa.
Artinya: 'Mahasuci Allah, dan dengan memuji-Nya, tidak ada kekuatan kecuali dengan kehendak-Nya, apa yang dikehendaki ada, dan apa yang tidak dikehendaki tidak ada. Aku tahu, sungguh Allah atas segala sesuatu Maha-kuasa. Dan Allah sungguh Maha Mengetahui meliputi segala apa pun.'
Sungguh, siapa yang membaca dzikir ini pada waktu pagi, maka dia terjaga sampai waktu sore, dan siapa yang membacanya ketika sore, maka terjaga sampai waktu pagi." Wallahu a'lam.
Apa Keistimewaan Kucing dalam Islam?
Tidak hanya dianggap sebagai hewan yang lucu dan menggemaskan, kucing juga memiliki tempat tersendiri di dalam Islam. Terlebih lagi, hewan yang satu ini merupakan peliharaan dari Rasulullah SAW.
Menurut 'Majalah Cat And Dog Edisi 6 (Juni-Juli 2016)', dalam sejarah Islam, kucing adalah hewan yang punya keistimewaan luar biasa. Sebab, Rasulullah SAW mengajak serta para sahabatnya untuk senantiasa menyayangi kucing layaknya keluarga sendiri. Bahkan beliau juga memiliki kucing peliharaan tersendiri.
Kucing peliharaan Rasulullah SAW diberi nama Muezza. Dikisahkan Muezza pada saat menjadi hewan peliharaan beliau senantiasa mengeong saat adzan terdengar. Suara yang dihasilkan kucing ini seolah-olah mengikuti lantunan adzan yang disuarakan di masjid.
Sementara itu, terdapat sebuah hadits yang menerangkan keistimewaan kucing dalam Islam. Di dalamnya disampaikan Rasulullah SAW senantiasa berpesan pada umatnya, agar memperlakukan kucing dengan sebaik-baiknya.
Bahkan mereka yang dengan sengaja melakukan tindakan buruk pada kucing, maka ganjarannya adalah neraka. Tidak hanya kucing saja, agaknya setiap muslim juga perlu memperlakukan hewan-hewan lain dengan baik.
Di dalam buku 'Ayat-Ayat Hijau: Pesan Allah dalam Al-Quran untuk Menjaga Kelestarian Alam' yang ditulis oleh Dodi Mawardi, diriwayatkan dalam sebuah hadits:
"Seorang wanita dimasukkan ke neraka karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan dan tidak membiarkannya mencari makan sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Larangan Mencari Barang Hilang di Masjid
Ketika dihadapkan pada kehilangan kucing atau barang dan berharap agar kembali, setiap muslim ternyata tidak diperkenankan mengumumkannya di masjid. Mengapa? Sebab, ada larangan bagi kaum muslim mengumumkan barang hilang apa pun di masjid.
'Sunan Ibnu Majah jilid 1' tulisan Imam al-Hafizh Abi Abdillah (Imam Ibnu Majah) menjelaskan, dalam sebuah riwayat diterangkan alasan larangan mencari barang hilang di masjid. Satu di antaranya adalah masjid adalah tempat untuk beribadah dan bukan mencari barang yang hilang.
Sebuah riwayat dari Ali bin Muhammad, dari Waki', dari Abu Sinan Sa'id bin Sinan, dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, yang menyebut ayahnya pernah berkata:
"Ketika Rasulullah SAW sedang sholat di masjid, seorang lelaki datang dan mengumumkan, 'Siapa saja yang menemukan unta merah kami yang hilang (maka kabarilah kami). Kemudian Nabi bersabda, 'Semoga engkau tidak akan menemukannya. Masjid dibangun untuk sholat, bukan untuk mencari barang hilang." (HR. Muslim)
Hal senada juga disampaikan dalam 'Buku Pintar 50 Adab Islam' karya Arfiani, yang mana sebuah riwayat dari Abu Hurairah r.a. pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa mendengar seseorang mengumumkan barang hilang di dalam masjid, maka katakanlah: 'Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid tidak dibangun untuk ini'." (HR. Muslim)
Demikianlah doa mencari kucing hilang beserta keistimewaan hewan peliharaan ini dalam Islam dan larangan mencari barang hilang di masjid. Semoga membantu.
FAQ
1. Apakah membaca dzikir pagi dan petang bisa membantu saat kehilangan kucing?
Dzikir pagi dan petang dianjurkan sebagai bentuk perlindungan diri dan ketenangan hati. Meski tidak khusus untuk mencari kucing yang hilang, dzikir dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi cemas dan gelisah.
2. Mengapa kucing memiliki kedudukan istimewa dalam Islam?
Kucing dikenal sebagai hewan yang disayangi Rasulullah SAW. Islam mengajarkan umatnya untuk memperlakukan kucing dengan penuh kasih sayang, bahkan terdapat hadits yang memperingatkan keras bagi orang yang menyakiti atau menelantarkan kucing.
3. Bolehkah berdoa mencari kucing hilang di masjid?
Berdoa di masjid diperbolehkan, namun tidak diumumkan mengumumkan atau mencari barang atau hewan yang hilang di masjid, karena masjid diperuntukkan sebagai tempat ibadah, bukan untuk mengumumkan kehilangan barang atau hewan.
(sto/ams)












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Anggota Joxzin Dibunuh Saat Tidur Bersama Anak-Istri di Bantul
Perjalanan Eks Kapolresta Sleman Didemosi Buntut Gaduh Kasus Hogi Minaya
Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran, Ini Sosoknya