Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram atau mulia (asyhurul hurum). Pada waktu ini, mengerjakan amal kebaikan secara umum dianjurkan karena pahalanya lebih besar.
Saat ini, berdasar kalender Kementerian Agama, bulan Rajab tinggal tersisa kurang dari 10 hari lagi. Sisa waktu ini perlu dimaksimalkan sebaik mungkin untuk mendapatkan pahala yang berlimpah.
Salah satu amalan yang biasa dikerjakan, terkhusus pada Jumat terakhir Rajab, adalah doa berlafal 'Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi'. Yuk, simak bacaan, asal amalan Jumat terakhir Rajab, hingga hukumnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin Utamanya:
- Doa Jumat terakhir Rajab yang dibaca 35 kali berlafal 'Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi'.
- Doa ini tidak bersumber dari Nabi SAW sehingga terlarang menisbatkannya pada beliau.
- Doa ini bisa dibaca saat khatib duduk di antara 2 khutbah.
Bacaan Doa Jumat Terakhir Rajab
Dilansir buku 71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap tulisan K.H.M. Yusuf Chudlori, doa Jumat terakhir Rajab dibaca sebanyak 35 kali saat khatib berada di atas mimbar. Bacaan Arab, Arab Latin, dan artinya:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ
Arab Latin: Ahmadu rasûlullâhi muhammadun rasûlullah.
Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."
Asal Muasal Amalan Doa Jumat Terakhir Rajab
Menurut penjelasan dari situs Nahdlatul Ulama (NU) Online, doa di atas diajarkan oleh sejumlah habib dan kiai. Di antaranya adalah Syaikh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri. Jadi, memang betul bahwasanya doa ini tidak bersumber dari Nabi Muhammad SAW.
Keterangan senada dijelaskan oleh Buya Yahya dalam sebuah vidio yang diunggah kanal YouTube Al-Bahjah TV. Ia mewanti-wanti untuk tidak menisbatkannya pada sang Khatamul Anbiya', julukan Nabi Muhammad.
"Itu bukan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan bagi yang mengamalkan hal-hal semacam itu, jangan sampai menisbatkan pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam," ujarnya, dikutip pada Minggu (11/1/2026).
Cara Membaca Doa Jumat Terakhir Rajab
Dalam kitabnya, Habib Ali bin Hasan Baharun menulis:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: "Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu 'Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh'. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil." (Al-Fawaid al-Mukhtarah)
Berdasar penjelasan itu, dapat dipahami bahwasanya doa di atas dibaca saat khutbah kedua ibadah sholat Jumat. Pertanyaan baru muncul, bukankah saat khutbah, semua jemaah mesti diam mendengarkan? Salah satu dasarnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, "Jika kamu katakan kepada temanmu, 'diamlah!', di hari Jumat saat khatib berkhutbah, maka kamu telah melakukan perbuatan menganggur (tiada guna)."
Jadi, harus bagaimana? Menurut Buya Yahya, dzikir ini dapat dibaca saat khatib duduk di antara dua khutbah. Momen itu memang termasuk waktu mustajabnya doa. Dalam hadits, disebut bahwasanya waktu mustajab Jumat berada antara waktu duduknya khatib sampai selesainya sholat.
"Maka disunnahkan membaca doa adalah di saat khatib duduk di antara dua khutbah," jelasnya.
"Doanya apa saja? Tidak ada batasan doa yang diajarkan Nabi. Doa apa saja. Membaca apa saja boleh. Kalau membaca Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi saat itu boleh," lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu.
Demikian pembahasan ringkas mengenai doa Jumat terakhir Rajab yang dibaca sebanyak 35 kali. Wallahu a'lam bish-shawab.
(par/dil)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja