Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 10 Januari 2026 merupakan hari biasa sesudah penampakan Tuhan. Dengan peringatan kisah Santo Gregorius X, Paus dan Martir; Santo Agatho, Paus dan Pengaku Iman; Santo Petrus Orseola, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang popularitas, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 10 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Oktaviani FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 10 Januari 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 10 Januari 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 10 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 1Yoh 5:14-21, dilanjut Mazmur Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b; bacaan Injil Yoh 3:22-30; dan bacaan ofisi Bar 4:30-5:9. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I 1Yoh 5:14-21
- 1Yoh 5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
- 1Yoh 5:15 Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.
- 1Yoh 5:16 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
- 1Yoh 5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
- 1Yoh 5:18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
- 1Yoh 5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
- 1Yoh 5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
- 1Yoh 5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Bacaan Mazmur Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b
- Mzm 149:1 Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
- Mzm 149:2 Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
- Mzm 149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
- Mzm 149:4 Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
- Mzm 149:5 Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
- Mzm 149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
- Mzm 149:9 untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!
Bacaan Injil Yoh 3:22-30
- Yoh 3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
- Yoh 3:23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
- Yoh 3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
- Yoh 3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
- Yoh 3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
- Yoh 3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
- Yoh 3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
- Yoh 3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
- Yoh 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Bacaan Ofisi Bar 4:30-5:9
- Bar 4:30 Kuatkanlah hatimu, hai Yerusalem! Dia yang telah memberikan nama kepadamu akan menghibur engkau.
- Bar 4:31 Celakalah mereka yang menganiaya engkau, dan yang bersukacita atas kejaTuhanmu!
- Bar 4:32 Celakalah sekalian kota yang memperbudak anak-anakmu, celakalah kota yang menerima anak-anakmu sebagai tawanan.
- Bar 4:33 Sebab sebagaimana kota itu bersukaria karena kejaTuhanmu dan bersukacita atas kerunTuhanmu, demikianpun ia sedih karena kesepiannya sendiri kelak.
- Bar 4:34 Dari padanya akan Kurenggut sorak-sorai rakyat besar, dan kecongkakannya akan berubah menjadi kesedihan.
- Bar 4:35 Sebab api dari pihak Yang Kekal akan mendatanginya untuk waktu yang lama, dan ia akan didiami setan untuk masa yang lama.
- Bar 4:36 Tengoklah ke timur, hai Yerusalem, dan pandangilah sukacita yang tengah datang kepadamu dari pihak Allah.
- Bar 4:37 Sungguh, akan datanglah anak-anakmu yang telah kaubiarkan pergi. Mereka datang, terkumpul dari timur dan barat atas firman dari Yang Kudus, seraya bersukacita karena kemuliaan Allah.
Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Januari 2026
Murid-murid Yohanes Pembaptis gelisah. Mereka melihat Yesus makin dikenal, sementara popularitas guru mereka mulai berkurang. Dalam kerangka manusiawi, ini tampak seperti persaingan.
Namun, jawaban Yohanes justru mengungkapkan kedalaman rohani yang luar biasa. Yohanes berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
Kata-kata ini bukan sekadar ungkapan kerendahan hati. Ini merupakan ungkapan iman Yohanes yang menyatakan siapa dirinya dan siapa Yesus. Yohanes memahami bahwa seluruh hidupnya adalah untuk mempersiapkan kedatangan Mesias.
Ia tahu tempatnya, tahu perannya, dan tahu kapan waktunya untuk menepi. Dalam dunia di mana manusia cenderung ingin mendapat pengakuan, dihargai, dan dilihat, Yohanes justru mengajarkan kemerdekaan sejati: Merdeka dari kebutuhan untuk menjadi pusat.
Mari kita melihat ke dalam hati kita masing-masing: Apakah kita masih ingin "menjadi besar" dengan cara kita sendiri? Sering kali kita ingin agar rencana kita berjalan sesuai keinginan, ingin dipuji dalam pelayanan, ingin dihargai dalam keluarga atau pekerjaan, atau ingin nama kita diingat.
Kita tidak salah memiliki keinginan untuk berbuat baik, tetapi sering kali tanpa sadar kita menuntut pengakuan. Yohanes mengingatkan kita bahwa sukacita sejati tidak berasal dari posisi sebagai pusat perhatian, tetapi ketika kita melihat bahwa karya Allah dapat terwujud.
Yohanes berkata bahwa sukacitanya menjadi penuh ketika melihat bahwa sang mempelai laki-laki hadir dan karya-Nya bertumbuh. Yohanes bersukacita bukan karena dirinya dihormati, melainkan karena kehendak Allah terlaksana.
Yesus juga harus makin besar dalam kehidupan kita: Dalam cara kita berpikir, dalam cara kita berbicara, dan dalam pilihan-pilihan yang kita ambil. Kita sendiri harus makin kecil, yakni ego kita, ambisi yang tidak murni, keinginan untuk mengontrol segalanya, serta suara batin yang menuntut pengakuan.
Menjadi kecil bukan berarti tidak berharga. Justru ketika kita mengecilkan diri, hati kita menjadi ruang yang lebih luas bagi Tuhan untuk berkarya. Ada saat-saat di mana Tuhan mengundang kita untuk menjadi seperti Yohanes, yakni untuk menepi, memberi ruang, atau melepaskan.
Mungkin kita harus melepaskan rencana yang tidak berjalan, menerima bahwa yang dipakai Tuhan adalah orang lain, mengalah dalam relasi demi perdamaian, atau merendahkan hati ketika pelayanan kita tidak terlihat. Dalam situasi itu, kita belajar bahwa kebesaran sejati adalah menjadi saksi, bukan menjadi pusat.
Ketika Yohanes berkata, "Ia harus makin besar," ia sedang mengungkapkan kerinduan terdalam seorang murid, bahwa hidupnya menjadi cermin yang memantulkan Kristus. Kiranya kita pun makin menjadi pribadi yang membiarkan cahaya Tuhan bersinar, sehingga orang melihat bukan kita, melainkan Dia yang hidup dalam kita.
Doa Katolik Hari Ini
Allah Kekal dan Kuasa, Engkau menjadikan kami makhluk baru dalam Kristus. Kami mohon, semoga kami menjadi serupa dengan Kristus, karena di dalam Dia kami disatukan dengan Dikau.
Dialah Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 10 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
(sto/afn)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya