Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam yang sarat dengan makna keimanan dan ketakwaan. Peristiwa ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus menunjukkan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.
Isra Miraj itu apa? Dikutip dari sebuah buku Naskah Isra Miraj (AW 73) tulisan Pahruroji, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Kota Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak sekitar 1.500 kilometer. Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha, yaitu tempat tertinggi di langit yang bersifat gaib.
Dua perjalanan tersebut ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Latin:
Subḥānallażī asrā bi'abdihī laylan minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣalladzī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī'ul-baṣīr.
Artinya:
Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Kisah Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW
Disadur dari 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an karya Ridwan Abqary, Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan malam Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa. Jarak yang sangat jauh tersebut berhasil ditempuh dalam waktu singkat.
Hal ini terjadi karena Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril menunggangi Buraq, yaitu makhluk ciptaan Allah SWT yang dapat bergerak sangat cepat. Buraq digambarkan sebagai makhluk menyerupai burung dengan tubuh besar dan diciptakan dari kilat, sehingga mampu melaju dengan kecepatan luar biasa.
Sebelum peristiwa Isra Miraj, Malaikat Jibril bersama Malaikat Mikail dan malaikat lainnya menemui Rasulullah SAW. Mereka membawa Rasulullah SAW ke sumur Zamzam dengan tujuan membersihkan kembali hati beliau, sebagaimana yang pernah terjadi saat beliau masih kecil. Rasulullah SAW dibaringkan telentang di dekat sumur Zamzam, kemudian Malaikat Jibril membelah dada beliau.
Setelah dada beliau terbuka, Malaikat Jibril mengambil hati Rasulullah SAW dan membasuhnya dengan air Zamzam di dalam sebuah mangkuk sebanyak tiga kali. Setelah itu, Malaikat Jibril membersihkan hati beliau dari segala pengaruh setan, lalu menutup kembali dada beliau. Untuk kedua kalinya, hati Rasulullah SAW disucikan dan dimurnikan dengan keimanan yang sangat kuat kepada Allah SWT.
Setelah itu, dimulailah perjalanan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril. Buraq datang untuk membawa mereka menuju Masjidil Aqsa. Buraq tampak gagah dan kuat saat ditunggangi.
Dalam perjalanan, Malaikat Jibril beberapa kali menghentikan Buraq. Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW diminta turun dan melaksanakan sholat dua rakaat. Perjalanan dilanjutkan hingga tiba di Bukit Thur Sina, di mana Rasulullah SAW kembali melaksanakan sholat dua rakaat. Mereka juga berhenti di Bethlehem, tempat Nabi Isa AS dilahirkan, dan Rasulullah SAW kembali melaksanakan sholat dua rakaat.
Akhirnya, Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril tiba di Masjidil Aqsa di Yerusalem. Pada saat itu, Allah SWT telah mengumpulkan ruh para nabi, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS, untuk melaksanakan sholat berjamaah. Rasulullah SAW diminta menjadi imam bagi para nabi tersebut. Hal ini merupakan kemuliaan yang sangat besar bagi Rasulullah SAW dan menunjukkan betapa tingginya derajat beliau di sisi Allah SWT.
Peristiwa Isra Miraj tidak hanya sampai di situ. Setelah beliau selesai di Masjidil Aqsa, Allah SWT mengangkat Rasulullah SAW ke langit untuk menerima perintah-Nya. Allah SWT menurunkan tangga langit yang disebut Al-Miraj agar Rasulullah SAW dapat menapaki langit demi langit.
Berikut urutan langit yang dilalui Rasulullah SAW dalam peristiwa Miraj:
- Langit pertama: bertemu Nabi Adam AS
- Langit kedua: bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
- Langit ketiga: bertemu Nabi Yusuf AS
- Langit keempat: bertemu Nabi Idris AS
- Langit kelima: bertemu Nabi Harun AS
- Langit keenam: bertemu Nabi Musa AS
- Langit ketujuh: bertemu Nabi Ibrahim AS, lalu sampai di Sidratul Muntaha
Di Sidratul Muntaha inilah Rasulullah SAW menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT. Demikianlah kisah perjalanan spiritual Rasulullah SAW dalam satu malam yang penuh hikmah dan kebesaran Allah SWT. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Redella Reffa Herdianti peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
(sto/apu)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja