Takmir Ungkap Alasan Warga Robohkan Masjid di Wonosari Meski Dana Belum Pasti

Takmir Ungkap Alasan Warga Robohkan Masjid di Wonosari Meski Dana Belum Pasti

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 13:44 WIB
Takmir Ungkap Alasan Warga Robohkan Masjid di Wonosari Meski Dana Belum Pasti
Pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Pengurus Masjid Al Huda di Gari RT 02 RW 11 Gari, Wonosari, Gunungkidul, mengungkap alasan merobohkan masjid meski belum ada kepastian dari donatur. Menurutnya, semua itu karena penghubung donatur menyebut salah satu syarat agar dana pembangunan cair adalah masjid harus dalam kondisi roboh.

Ketua II Takmir Masjid Al Huda, Budi Antoro, mengatakan awalnya ada dua oknum yang menemui pengurus masjid untuk menawarkan jasa mencarikan donatur pembangunan masjid. Bahkan, donatur itu akan membangunkan Masjid Al Huda sampai 99%.

"Nah, perobohan masjid itu, menurut informasi yang kita terima itu sebagai syarat dari yayasan yang mereka rangkul agar dana dari yayasan bisa turun," katanya kepada wartawan di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih, kata Budi, kedua oknum itu menjanjikan akan ada instansi terkait yang datang untuk membantu perobohan masjid. Selain itu, sebelum perobohan Masjid Al Huda, salah satu oknum mengajak pengurus hingga panitia pembangunan masjid ke masjid di Pringsurat, Nglipar.

"Jadi meyakinkannya karena diajak survei di Pringsurat itu juga dan warga jadi optimis. Kita juga percaya rembuk, jadi istilahnya kita tidak ada MoU, perjanjian hitam di atas putih," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Setelah warga Gari yakin, mereka menggelar pengajian terlebih dahulu sebagai bentuk syukur adanya donatur yang akan membangunkan masjid. Barulah setelah pengajian warga secara bergotong royong melakukan perobohan masjid tersebut.

"Tapi saat hari H perobohan kita tanya mana dari instansinya kok tidak hadir dan dijawab ada kegiatan yang lain. Terus oknum itu bilang nanti dalam sepekan akan datang sewaktu-waktu, tapi ditunggu hampir dua bulan ternyata tidak ada realisasinya," ujarnya.

Karena tak kunjung ada titik terang, akhirnya masyarakat mencari informasi ke yayasan dan instansi yang oknum itu sebut. Hasilnya, kedua oknum itu bukanlah orang dari yayasan dan instansi yang disebut sebelumnya.

"Lalu kita mencari informasi dari pihak-pihak yang bisa kita tembus, ternyata dari instansi dan yayasan tidak tahu masalah untuk merobohkan masjid ini, mereka menyatakan ini bukan orang kita," katanya.

Terlepas dari hal tersebut, Budi mengaku tidak mau memperpanjang masalah dengan dua oknum itu. Pasalnya, masyarakat Gari memang sudah merencanakan pembangunan masjid sejak lama.

"Kita tidak salah-salahan, saat itu kita butuh dan tiba-tiba ada orang menawari lalu yakin saja," ujarnya.

Menurut Budi, saat ini sudah ada donasi sekitar Rp 100 juta yang masuk ke Masjid Al Huda. Bahkan, saat ini pembangunan masjid sudah dalam tahap pembuatan talud dan rencananya berlanjut dengan pembangunan pondasi cakar ayam.

"Kita berharap pembangunan masjid tetap berlanjut dan mudah-mudahan ada donatur yang peduli dalam pembangunan masjid. Kami optimis ini akan selesai karena membangun rumah Allah dan pasti ada jalan dari Allah," katanya.




(apl/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads