Awal Mula Warga Wonosari Terbuai Donatur PHP hingga Rela Bongkar Masjid

Round up

Awal Mula Warga Wonosari Terbuai Donatur PHP hingga Rela Bongkar Masjid

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 07:00 WIB
Awal Mula Warga Wonosari Terbuai Donatur PHP hingga Rela Bongkar Masjid
Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah. Foto: Dok. Masjid Al Huda Gari.
Gunungkidul -

Warga dengan rela membongkar Masjid Al Huda di RT 02 RW 11 Gari, Wonosari, Gunungkidul, usai terbuai donatur yang menjanjikan akan membangun masjid jadi lebih bagus. Namun, setelah masjid terlanjur dibongkar, donatur malah menghilang.

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Budi Antoro, menyebut pembongkaran masjid ini bermula pada November lalu saat ada dua orang dari Gari dan Ngawen menanyakan soal rencana pembangunan masjid.

Kedua orang itu disebut menawarkan bantuan pembangunan masjid sampai 99 persen. Keduanya bahkan telah menemui sesepuh dan takmir masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, keduanya memberi syarat agar masjid dibongkar. Warga pun akhirnya membongkar masjid satu-satunya di wilayah itu.

Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah.Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah. Foto: Dok. Masjid Al Huda Gari.

ADVERTISEMENT

"Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November," katanya kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).

Tak Ada Tindak Lanjut Usai Masjid Dibongkar

Setelah pembongkaran itu, tidak ada lagi tindak lanjut dari kedua orang tersebut. Bahkan, tidak ada dana yang masuk untuk keperluan pembangunan Masjid Al Huda.

"Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," ujarnya.

Warga pun merasa janggal karena saat itu pihaknya tak boleh mencari donatur lain.

"Pada waktu itu kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99% sudah dari sana. Sehingga kami tidak punya persiapan apapun," ucap Budi.

Datangkan Yayasan Calon Donatur

Kala itu Budi masih bisa berkomunikasi dengan kedua orang itu. Kedua orang itu kemudian mendatangkan yayasan ke lokasi untuk survei lokasi.

"Tapi kedatangan itu belum menentukan persetujuan, jadi baru survei lokasi sifatnya," katanya.

Seiring berjalannya waktu, pengurus Masjid Al Huda bisa berkomunikasi dengan yayasan. Hasilnya, pihak yayasan mengaku belum bisa menjadi donatur karena untuk memutuskannya memerlukan persetujuan dari pimpinan yayasan.

"Kemudian karena kami sudah berkomunikasi langsung dengan yayasan, mereka menyatakan tadinya berminat menjadi donatur tapi mereka tidak bisa memutuskannya sendiri karena harus ada persetujuan dari komisaris dan pengurus lain. Lalu bulan Desember dihubungi kalau pengajuan kita tidak disetujui," ujarnya.

Kini, 320 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 850 jiwa beribadah di musala-musala kecil. Mengingat di Pedukuhan Gari hanya memiliki satu masjid saja.

"Karena posisi masjid sekarang rata dengan tanah," katanya.

Kini Buka Donasi

Akan tetapi, semua itu tidak membuat Budi putus asa dan mulai mencari donatur lain. Alhasil, saat ini Masjid Al Huda telah memiliki satu donatur, meski donasinya tidak banyak.

"Sehingga kami lebih semangat lagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Masjid. Saat ini masih 0,01%, ini baru mulai pembangunan talud saja untuk mengamankan fondasi dari tanah warga," ujarnya.

Mengingat masih kurangnya biaya pembangunan Masjid, Budi menyebut saat ini membuka donasi. Adapun donasi tersebut bisa masyarakat lakukan melalui rekening Masjid Al Huda di Bank BRI dengan nomor 698701029410535.

"Saat ini kami masih buka donasi," ucapnya.

Tak Ingin Lapor

Di sisi lain, meski mengaku menjadi korban penipuan, Budi sama sekali tidak ingin memperpanjang permasalahan tersebut. Menurutnya, Allah SWT yang akan memberikan peringatan kepada dua orang penipu tersebut.

"Menurut saya tendensinya seperti apa tidak tahu, tapi yang jelas warga Gari merasa tertipu dengan mereka berdua. Saya juga sudah tidak komunikasi lagi, sudah saya ikhlaskan, Monggo mau seperti apa nanti yang akan memberikan peringatan Allah," katanya.

Terkait apakah akan melaporkan kejadian itu ke polisi, Budi mengaku tidak. Menurutnya semua itu akan dibalas oleh Allah SWT.

"Tidak (lapor polisi), kami tidak mau memperpanjang. Nanti biar Allah yang memberikan peringatan," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads