Jajaran Polresta Jogja menggerebek kantor di Jalan Gito Gati, Sleman. Diketahui kantor tersebut digerebek karena diduga dijadikan markas scammer jaringan internasional.
Pantauan detikJogja, Selasa (6/1/2026), kantor tersebut berada persis di pinggir Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Kantor itu berupa bangunan ruko dua lantai.
Adapun penggerebekan dilakukan pada Senin (5/1) kemarin. Sehari setelah penggerebekan, aktivitas di kantor tersebut tampak sepi. Halaman kantor ditutup dengan rantai dan tidak ada garis polisi yang melintang.
Di lokasi kantor tidak ada papan nama perusahaan yang terlihat dari jalan raya. Hanya ada satu papan nama yang dipasang di tembok depan kantor bertuliskan 'ALTAIR TS'.
Selain itu, tampak pintu masuk ke dalam bangunan telah dikunci. Di halaman kantor terdapat beberapa kaleng cat kosong. Kemudian ada juga jas hujan yang digantung di dinding.
Kata Saksi Mata
Salah seorang saksi mata, Jesica (22), mengatakan penggerebekan itu dilakukan pukul 13.30 WIB. Dia bilang, sejak siang petugas kepolisian sudah mulai mendatangi lokasi.
"Itu digerebeknya setengah duaan siang sampai jam 4-an, ya banyak polisi," kata Jesica saat ditemui detikJogja, Selasa (6/1).
Menurut Jesica, polisi datang dengan kekuatan personel yang cukup besar, dan menggunakan berbagai jenis kendaraan. Sepengetahuannya, motor karyawan di kantor itu diangkut oleh petugas.
"Itu motor (karyawan) di situ diangkut," tambahnya.
Aktivitas di dalam kantor itu selama ini cukup tertutup namun ramai. Dia mengatakan kantor tersebut beroperasi selama 24 jam penuh. Dia juga mengaku tak menaruh curiga sama sekali dengan aktivitas yang ada di dalam kantor itu.
"Kurang tahu (itu kantor apa). Tapi kalau pas saya tanya itu kerjanya jadi admin. (Kerjanya) 24 jam," ujarnya.
Senada dengan Jesica, saksi lain berinisial N menyebutkan proses pengangkutan karyawan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Meskipun tidak mengetahui angka pasti, N menyebut ada karyawan yang ikut diamankan petugas.
"Ya, dibawa ke polisi. Kurang tahu ya berapa orang ya," ujarnya.
"Kalau untuk komputernya kita kurang tahu, cuma motornya sempat ada yang dibawa gitu," imbuhnya.
(ams/dil)