Viral Wisatawan Diminta Bayar 2 Kali Saat Sewa ATV di Pantai Bantul

Viral Wisatawan Diminta Bayar 2 Kali Saat Sewa ATV di Pantai Bantul

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Minggu, 04 Jan 2026 17:58 WIB
ATV di pantaia
Ilustrasi wahana ATV di pantai Bantul. (Foto: Getty Images/StefaNikolic)
Bantul -

Viral di media sosial keluhan wisatawan yang membayar dua kali saat menggunakan jasa wahana ATV di Pantai Baru, Bantul. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul pun turun tangan melakukan klarifikasi kepada pengelola ATV.

Adapun keluhan itu viral usai diunggah di akun media sosial X @merapi_uncover. Disebutkan hal tak mengenakan itu terjadi pada Sabtu (3/1/2026) kemarin.

Dalam keterangan postingan disebutkan wisatawan tersebut sudah melakukan pembayaran di awal saat hendak menyewa ATV sebesar Rp 50 ribu kepada seorang petugas. Namun, setelah selesai menikmati ATV, wisatawan tersebut kembali diminta biaya sewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut penuturan pengunjung, ia bersama anak-anaknya menyewa ATV dengan durasi 15 menit seharga Rp 50.000. Pembayaran telah dilakukan di awal kepada salah seorang petugas yang duduk di lokasi," tulis keterangan dalam postingan tersebut seperti dilihat detikJogja, Minggu (4/1).

ADVERTISEMENT

"Setelah menikmati permainan ATV, pengunjung tersebut terkejut saat kembali dimintai pembayaran lagi. Pihak penyedia ATV mengklaim belum menerima uang sewa tersebut. Karena tidak ingin berlarut-larut dalam perdebatan dan demi menghindari keributan, pengunjung akhirnya memilih untuk membayar kembali sejumlah Rp 50.000," lanjutnya.

Terkait kejadian itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, mewakili pelaku usaha di Pantai Baru Pandansimo meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami wisatawan.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami wisatawan terkait layanan ATV," kata Markus saat dihubungi wartawan, Minggu (4/1).

Dia menjelaskan dari hasil klarifikasi dengan pengelola dan operator, tidak ada komplain dari wisatawan terkait layanan ATV di Pantai Baru. Meski demikian pihaknya menyadari adanya kemungkinan miskomunikasi.

"Terkait hal tersebut, hasil konfirmasi kami kepada operator pada tanggal 3 Januari memang tidak ditemukan komplain langsung di lapangan. Namun, kami menyadari adanya kemungkinan miskomunikasi saat pergantian jam jaga operator," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baru, Suwandi, menambahkan pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada para pelaku ATV di Pantai Baru dan tidak menemukan komplain dari pengunjung.

"Kita semua, kru ATV kita sisir kita klarifikasi terkait berita itu," kata Suwandi saat dihubungi sore ini.

Suwandi menjelaskan tidak ada sistem pakem terkait pembayaran sewa. Kerapnya, pembayaran dilakukan di akhir setelah wisatawan selesai menggunakan ATV.

Selain itu, selama ini juga masih belum ada nota pembayaran yang diberikan kepada wisatawan. Oleh karena itu, ke depan hal ini akan menjadi evaluasi.

"Selama ini yang sering dilakukan di belakang. Namun, mohon maaf belum ada nota pembayaran. Ini jadi evaluasi kami," tegasnya.

Suwandi juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihaknya juga secara terbuka untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Kami mohon maaf apabila, satu, membuat kurang nyaman. Kemudian kami siap, seandainya mereka bisa kekeluargaan dengan kami, istilahnya secara kekeluargaan kami bisa untuk bertanggung jawab," pungkasnya.



(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads