Ada Kericuhan Buntut Debt Collector Tewas Dikeroyok, Warung-Motor Dibakar

Jabodetabek

Ada Kericuhan Buntut Debt Collector Tewas Dikeroyok, Warung-Motor Dibakar

Kurniawan Fadilah - detikJogja
Kamis, 11 Des 2025 21:57 WIB
Ada Kericuhan Buntut Debt Collector Tewas Dikeroyok, Warung-Motor Dibakar
Warung dan motor dibakar saat bentrok usai mata elang dikeroyok di Kalibata, Jaksel. Foto: dok. Istimewa
Jogja -

Kericuhan terjadi usai debt collector atau 'mata elang' (matel) tewas dikeroyok di Jakarta Selatan (Jaksel). Warung hingga sepeda motor di lokasi pengeroyokan diserang kelompok orang.

"Akibat dari pengeroyokan itu yang menimbulkan satu meninggal dunia dan satu luka berat itu, nah, tiba-tiba ada sekelompok massa yang datang setelah Magrib itu, datang langsung merusak, karena dikeroyoknya di TKP di sini," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (11/12/2025), dilansir detikNews.

"Jadi, akhirnya di sini sasaran daripada kelompok massa itu. Mungkin dari kelompok mereka (korban matel) yang datang menyerang, membabi buta, merusak warung yang ada di sini," lanjut Nicolas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nicholas memastikan tak ada korban jiwa dari kericuhan ini. Namun, beberapa warung dan motor dirusak.

ADVERTISEMENT

"Korban jiwa (akibat kericuhan) tidak ada. Yang ada korban material. Warung, ada beberapa warung yang rusak. Dan sepeda motor ojek yang ngangkut barang-barang itu dibakar," jelas Nicolas.

Pihaknya kini melakukan penyisiran untuk mengetahui pihak mana saja yang melakukan kericuhan pascapengeroyokan

Dia juga memastikan akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menimbulkan korban jiwa maupun luka dari pihak matel.

Warung dan motor dibakar saat bentrok usai mata elang dikeroyok di Kalibata, JakselWarung dan motor dibakar saat bentrok usai mata elang dikeroyok di Kalibata, Jaksel. Foto: dok. Istimewa

"Ya, kita akan melakukan penyisiran. Kita akan melihat kelompok-kelompok mana yang ada supaya mereka segera bubar," terang Nicolas.

"Pada intinya, kita akan berusaha keras untuk menangani dua perkara ini. Yang pertama adalah penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia dan luka berat. Dan yang kedua adalah kasus pengerusakan atau pembakaran," imbuh dia.

Dia turut menjelaskan bahwa situasi di lokasi saat ini sudah kondusif. Dia mengatakan warga tidak perlu khawatir karena tim kepolisian terus bekerja untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

"TKP sudah kondusif, aman terkendali. Personel Polri dari Brimob Kwitang dan juga dari Sat Samapta. Dari Direktorat Samapta Polda serta Sat Samapta Polres dan juga Polsek sudah berada di TKP. Dan kita mengamankan TKP ini dan kami berharap warga masyarakat tidak lagi khawatir," tutur Nicolas.

"Silakan beraktivitas seperti sedia kala. Kasus ini sudah ditangani oleh Polri. Kami berharap warga masyarakat jangan main hakim sendiri. Segala sesuatu tolong dilaporkan untuk ditangani secara hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads