Forum Jihad Islam (FJI) DIY bakal melaporkan balik ke pihak kepolisian buntut pembubaran ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul pada Minggu (24/5). FJI DIY mengungkapkan alasan di balik laporan tersebut.
Ketua FJI DIY, Abdurrahman menyebut adanya manipulasi yang dilakukan oleh pihak gereja. Meski begitu, ia enggan membeberkan secara detail terkait manipulasi yang dimaksud.
"(Laporan) Manipulasi data dari pihak gereja," kata Abdurrahman saat dihubungi detikJogja, Selasa (2/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Detail laporan) Nanti aja, nanti. Nanti sekalian nanti pas buat laporan kan nanti biar kita siapkan statement-nya nanti, laporan baliknya itu," tegasnya.
Abdurrahman menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berkas laporan terkait dugaan manipulasi tersebut untuk diserahkan ke pihak kepolisian.
"Jadi gini, untuk sementara kita enggak akan memberi statement dulu. Karena ini baru kita persiapkan berkas-berkas untuk kita membuat laporan balik," ujarnya.
Sebelumnya, kasus pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Sewon, Bantul, oleh ormas pada Minggu (24/5) lalu masih dalam penanganan pihak kepolisian. Oleh penyidik Polda DIY, status penanganan kasus itu telah dinaikkan ke tahap penyidikan.
"Bahwa pada Jumat tanggal 29 Mei 2026, penyidik Polda DIY telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan dalam keterangan video yang diterima wartawan, Senin (1/6/2026).
Sampai saat ini penyidik sudah memeriksa 16 orang saksi. Namun, Ihsan tidak merinci siapa saja saksi yang telah diperiksa.
Penyidik juga sampai dengan saat ini telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 orang saksi," ujarnya.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman