Setiap tanggal dalam kalender membawa ceritanya sendiri, tak terkecuali tanggal 10 November 2025. Di berbagai belahan dunia, hari ini menjadi momen penting untuk mengenang peristiwa bersejarah yang mengubah dunia, salah satunya adalah Hari Pahlawan. Namun, bukan hanya itu, ada beberapa perayaan penting lainnya yang membuat tanggal ini istimewa.
Keunikan tanggal ini juga tercermin dari perpaduan tiga sistem kalender yang berbeda. Dalam kalender Jawa, hari tersebut jatuh pada weton Senin Legi, 19 Jumadilawal 1959 (Dal). Sementara itu, dalam penanggalan Hijriah, hari yang sama bertepatan dengan 19 Jumadil Awal 1447 H.
Jadi, tanggal 10 November 2025 memperingati hari apa? Hari penting apa saja yang sebenarnya kita rayakan pada 10 November 2025? Yuk, simak daftarnya agar tidak ketinggalan momen spesial hari ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggal 10 November 2025 Memperingati Hari Apa?
Menurut National Day Calendar, Days of The Year, dan National Today, terdapat peringatan penting pada 10 November 2025 seperti Hari Pahlawan hingga Hari Keratoconus Sedunia. Mari cermati penjelasan lengkapnya!
1. Hari Pahlawan
Peringatan Hari Pahlawan di Indonesia setiap 10 November berakar dari Pertempuran Surabaya pada 1945. Pertempuran besar ini berlangsung sangat sengit dan memakan banyak korban, tetapi memperlihatkan semangat rakyat Surabaya yang tidak gentar menghadapi pasukan asing setelah Proklamasi. Momen ini kemudian dikenang sebagai simbol keberanian dalam mempertahankan kemerdekaan.
Semangat itu tahun ini diangkat melalui tema Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan. Di tingkat nasional, peringatan tahun 2025 kembali dilaksanakan melalui upacara, ziarah makam pahlawan, serta tabur bunga di laut apabila memungkinkan. Hening cipta serentak juga dilaksanakan pukul 08.15 sebagai bentuk penghormatan.
Selain itu, terdapat rangkaian kegiatan penunjang seperti bakti sosial, pameran sejarah, dan pementasan seni bertema perjuangan untuk menanamkan semangat kepahlawanan di tengah masyarakat. Dalam lingkup kementerian dan lembaga, dilakukan pula acara Lari Sehat dan ramah tamah bersama keluarga pahlawan. Ada juga wisata sejarah ke Monumen Palagan Lengkong sebagai upaya mengenalkan peristiwa perjuangan kepada generasi muda.
2. Hari Imunisasi Sedunia
Hari Imunisasi Sedunia pada 10 November mengingatkan pentingnya vaksin dalam mencegah penyakit menular. Imunisasi menjadi langkah yang efektif dan terjangkau untuk menciptakan perlindungan kesehatan jangka panjang. Tanpa vaksin, banyak penyakit berbahaya akan lebih cepat menyebar dan lebih sulit ditangani.
Peringatan ini mendorong masyarakat untuk memahami manfaat vaksin dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar. Edukasi menjadi titik utama agar semakin banyak orang menyadari bahwa imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan investasi kesehatan masa depan. Pesannya sederhana, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.
Dalam momen ini juga biasanya dilakukan kampanye kesehatan melalui media, dialog, dan ajakan untuk melakukan pemeriksaan atau vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat. Kesadaran kolektif adalah inti dari peringatan ini.
3. Hari Akuntansi Internasional
Tanggal 10 November juga diperingati sebagai Hari Akuntansi Internasional. Tujuannya untuk menghargai peran akuntan dalam dunia kerja. Akuntansi membantu memastikan alur keuangan berjalan jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa akuntan, organisasi dan lembaga akan kesulitan menjaga stabilitas administrasi dan pengelolaan dana.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan mengenalkan profesi akuntan kepada masyarakat luas, terutama generasi pelajar yang sedang mencari arah karier. Dunia modern sangat membutuhkan keahlian dalam mencatat, menganalisis, dan menilai data keuangan secara tepat.
Di berbagai lembaga, penghargaan dan apresiasi untuk akuntan sering diadakan melalui pertemuan internal atau kegiatan khusus. Momen ini menegaskan bahwa setiap angka yang tercatat memiliki arti dan dampak besar.
4. Hari Yatim Piatu Sedunia
Hari Yatim Piatu Sedunia diperingati untuk menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan dukungan. Peringatan ini mengajak masyarakat agar memberikan rasa aman, pendidikan, dan perhatian kepada mereka tanpa memandang latar belakang.
Sejarahnya bermula dari gerakan kemanusiaan yang ingin menyoroti kebutuhan sosial anak-anak yatim. Banyak organisasi kemudian terlibat dalam kampanye bantuan dan adopsi yang penuh tanggung jawab untuk memperbaiki masa depan mereka.
Kegiatan yang umum dilakukan antara lain penggalangan dana, pemberian paket kebutuhan, serta kunjungan ke panti asuhan. Peringatan ini menghidupkan kembali nilai empati dan solidaritas sosial.
5. Hari Kesadaran Kanker NET Sedunia
Tanggal 10 November juga memperingati Hari Kesadaran Kanker NET Sedunia. Tumor Neuroendokrin atau NET merupakan jenis kanker yang sering terlambat teridentifikasi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Kesadaran menjadi sangat penting agar diagnosa dan penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Komunitas kesehatan global mengadakan kampanye edukasi, webinar, dan kegiatan simbolik seperti memakai atribut bermotif zebra sebagai penanda ciri khas kampanye NET. Zebra dipilih karena pola garisnya yang unik menggambarkan gejala NET yang juga tidak biasa.
Selain itu, beberapa negara mengadakan aksi jalan sehat atau pertemuan penyintas untuk saling berbagi dukungan. Semangat utamanya adalah memberi ruang saling mendengar dan memperkuat harapan.
6. Hari Ilmu Pengetahuan untuk Perdamaian dan Pembangunan Sedunia
Hari Ilmu Pengetahuan untuk Perdamaian dan Pembangunan Sedunia dirayakan untuk menegaskan hubungan erat antara ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, dan masa depan bumi. Sains membantu masyarakat memahami dunia dan mencari solusi untuk tantangan global.
Peringatan ini menjadi ajakan kepada semua pihak, mulai dari lembaga pendidikan hingga pemerintah, untuk mendukung riset dan membangun budaya dialog ilmiah. Kegiatan seminar, diskusi publik, dan proyek edukasi sering diadakan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat. Melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan secara bijak, pembangunan dapat berlangsung dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial.
7. Hari Keratoconus Sedunia
Hari Keratoconus Sedunia memberikan perhatian pada kondisi mata yang ditandai dengan penipisan dan perubahan bentuk kornea. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan dan jika tidak ditangani sejak awal, dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Peringatan ini menjadi ruang edukasi untuk mengenali gejala awal seperti penglihatan berbayang dan sensitif terhadap cahaya. Banyak organisasi kesehatan mata mengadakan seminar dan kampanye pemeriksaan mata untuk mendorong deteksi dini.
Selain itu, komunitas penyintas dan keluarga juga sering berbagi pengalaman untuk membangun rasa kebersamaan. Kesadaran menjadi kunci agar masyarakat lebih peka terhadap kesehatan mata.
Nah, itulah tadi sejumlah peringatan yang terdapat pada 10 November 2025. Semoga bermanfaat, detikers!
(sto/afn)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur