Sopir rantis Brimob, Bripka Rohmat, mengungkap alasannya tetap melaju dan melindas Affan Kurniawan hingga tewas. Saat itu, Bripka Rohmat hanya berpikir untuk menyelamatkan keenam rekannya yang berada di dalam rantis Brimob itu.
Dilansir detikOto pada Sabtu (30/8/2025), hal tersebut terungkap saat Propam memeriksa tujuh anggota Brimob tersebut yang disiarkan langsung melalui akun Instagram @divpropampolri.
Dalam pemeriksaan itu terungkap, seorang anggota berada di samping Bripka Rohmat dalam rantis Brimob. Bripka Rohmat mengaku saat kejadian tersebut kondisi jalan dipenuhi massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mobil kalau saya berhentikan habis, Pak karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai bom molotov, nah saya sebagai sebagai driver, saya harus mampu menyelamatkan orang dalam kendaraan saya. Kalau saya berhenti habis pokoknya," terang Bripka Rohmat saat pemeriksaan.
Bripka Rohmat mengaku tidak dapat mengetahui posisi orang yang berada di luar kendaraan yang dikemudinya dengan jelas. Dia mengklaim kaca rantis yang gelap itu membatasi pandangannya.
"Saat itu jalanan sudah banyak batu Pak, jadi saya tidak mengerti apa itu terus pecahan apa itu, jadi saya hantam saja karena kalau nggak saya terobos itu selesai Pak, udah, massa penuh," ungkapnya.
"Mobil saya tinggi, kaca saya pakai ram pak. mobil saya pakai ram gelap nah di saat itu asap kan penuh saya pakai lampu tembak saya fokus ke depan pak," lanjut Rohmat.
Sementara itu, praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, menerangkan kendaraan rantis tidak dapat dikemudikan sembarangan. Terlebih, kendaraan tersebut memiliki bobot berat dan spesifikasi khusus.
Sebagai informasi, rantis yang menabrak hingga melindas Affan diduga merupakan rantis Rimueng. Rantis tersebut memiliki performa mumpuni dengan dukungan mesin 3.200 cc.
Rantis dapat melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan. Sementara di medan dan tanjakan ekstrem hingga kemiringan 60 derajat, rantis tersebut dapat melaju hingga 60 km/jam.
"Dengan spek tersebut, SOP escape dikemudikan harus dengan penuh perhitungan. Tidak main gaspol, toh full spec taktis dan blindspot-nya besar. Yang dihadapi juga harus dilihat, kan bukan musuh cuma rakyat. Kasarnya: senjata mereka cuma kayu, besi, helm yang boro-boro mematikan, ngerusak kendaraan rantis juga nggak," sebut Sony.
Dalam kasus ini ada tujuh anggota Brimob yang terlibat pelindasan Affan Kurniawan hingga meninggal di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Ketujuh anggota itu yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat dan Kompol Cosmas Kaju.
(ams/ams)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Kala UGM Buka-bukaan Tegaskan Lagi Keaslian Ijazah Jokowi