Bagi umat Katolik, renungan harian adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan harian Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 30 Agustus 2025 merupakan hari biasa dengan orang kudus Beato Ghabra Mikael, Martir, dan Santo Heribertus, Uskup. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah hijau.
Mengangkat tema tentang anugerah talenta dalam hidup, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 30 Agustus 2025 yang dihimpun detikJogja dari buku renungan 'Inspirasi Pagi' oleh M Constantin FSGM. Renungan harian berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil hari ini dan doa Katolik hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 30 Agustus 2025
Bacaan Injil 30 Agustus
1Tes. 4:9-11;
- 1Tes 4:9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.
- 1Tes 4:10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.
- 1Tes 4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
Mzm. 98:1,7-8,9;
- Mzm 98:1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
- Mzm 98:7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya!
- Mzm 98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama
- Mzm 98:9 di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Mat. 25:14-30
- Mat 25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
- Mat 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
- Mat 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
- Mat 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
- Mat 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
- Mat 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
- Mat 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
- Mat 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
- Mat 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
- Mat 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
- Mat 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
- Mat 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
- Mat 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
- Mat 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
- Mat 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
- Mat 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
- Mat 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Renungan Harian Katolik 30 Agustus
"Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil darinya."
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup ini adalah anugerah atau pemberian. Pemberian hanya bisa diterima dengan rasa syukur. Rasa syukur itu tidak boleh bergantung pada jumlah yang diberikan, tetapi harus dipanjatkan semata-mata atas pemberian yang cuma-cuma itu.
Masing-masing dari kita menerima pemberian dari Allah, yang dalam Kitab Suci disebut dengan talenta. Talenta dapat diartikan sebagai kemampuan, kesempatan, waktu, atau bahkan penderitaan.
Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, sang tuan dikisahkan membagikan talenta kepada hamba-hambanya. Tidak ada alasan yang jelas mengapa talenta itu diberikan secara berbeda-beda, namun satu yang pasti: Tuan ini tidak melakukan hal yang tidak adil kepada para hambanya.
Ketika kembali, sang tuan tidak menuntut lebih dari hasil yang dilaporkan oleh hamba pertama dan kedua. Dia menerimanya dengan senang hati dan memberi mereka penghargaan yang sangat baik.
Dia tidak menilai hambanya dari seberapa besar jumlah talenta yang mereka punyai, tetapi dari bagaimana mereka mengolah dan bertanggung jawab atas apa yang dipercayakan kepada mereka. Hal yang sama berlaku pada kita.
Kita semua dititipi talenta oleh Tuhan. Terimalah talenta itu dengan rasa syukur, dan janganlah takut mengambil risiko untuk mengembangkan apa yang sudah dititipkan Tuhan kepada kita.
Ketakutan akan membuat kita mengubur talenta, dan membiarkan hidup kita lewat begitu saja tanpa makna, bahkan bisa jadi kita lalu mengisi hidup ini dengan rasa iri yang menghancurkan diri kita sendiri.
Mengakhiri renungan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk memasukkan ke dalam hati kalimat bijaksana ini: "Syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup, bahkan lebih dari cukup."
Doa Katolik Hari Ini
Ya Tuhan, semoga kebangkitan Kristus yang mulia menyinari hati kami, sehingga kami luput dari kegelapan maut dan masuk ke dalam cahaya abadi.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari Sabtu, 30 Agustus 2025 dengan bacaan Injilnya. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita.
(sto/sip)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Kala UGM Buka-bukaan Tegaskan Lagi Keaslian Ijazah Jokowi