Ratusan mahasiswa ditolak untuk melakukan pencoblosan di TPS Khusus Universitas Gadjah Mada (UGM) kompleks Asrama Ratnaningsih Kinanti 1. Hal ini disebabkan para mahasiswa tersebut tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).
"Kita mengalami kendala terkait dengan banyak mahasiswa yang datang ke sini. Mereka tidak terdaftar sebagai DPT dan DPTB," ujar Ketua KPPS TPS Khusus UGM 902, Rafly Eka Putra kepada detikJogja, Rabu (14/2/2024).
Mau tidak mau, lanjutnya, mahasiswa yang tidak terdaftar sebagai DPT dan DPTb ditolak untuk melakukan pencoblosan di TPS Khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di situasi tersebut kami mendapat arahan dari pusat untuk tidak menerima. Karena kan kami TPS Khusus ya," ungkapnya.
Dibeberkan oleh Rafly, jumlah mahasiswa yang tertolak tersebut mencapai ratusan. Mereka datang dari pukul 12.00 WIB hingga TPS ditutup jam 13.00 WIB.
"Ada sekitar ratusan orang tadi datang ke sini. Tapi itu bertahap dari jam 12 sampai jam 1. Itu lumayan padat, kami juga ngejelasin cukup kewalahan," ungkapnya.
Rafly menjelaskan, mahasiswa tersebut juga dialihkan ke TPS reguler. Pasalnya TPS Khusus hanya dikhususkan untuk mahasiswa luar daerah Jogja yang terdaftar sebagai DPT dan DPTb saja.
"Karena kan kami TPS Khusus ya. Jadi mau nggak mau mereka dilempar ke reguler, itu pun tergantung kapasitas surat suara tersisa berapa," pungkasnya.
(apl/rih)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Kala 'Sepasang Mata Bola' Berhenti Sambut Penumpang KA di Jogja
Benarkah Anggota DPR Tidak Wajib Membayar Pajak? Simak Penjelasan Aturannya