Puasa Daud: Bacaan Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Muhammad Rizqi Akbar - detikJogja
Jumat, 05 Jan 2024 19:24 WIB
Foto: Ilustrasi Puasa Daud (Getty Images/Drazen Zigic)
Jogja -

Puasa Daud adalah salah satu puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Artinya, jika dikerjakan akan mendapatkan pahala, tetapi apabila tidak dilakukan tidak apa-apa.

Puasa Daud merupakan amalan yang dilakukan Nabi Daud AS semasa hidupnya. Seperti diketahui, tata cara puasa ini berbeda dengan puasa pada umumnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mengenai puasa Daud, mulai dari keutamaan, bacaan niat, dan tata caranya.

Apa itu Puasa Daud?

Mengutip laman NU Online, puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan dengan waktu selang-seling, yakni satu hari puasa dan satu hari tidak. Durasi puasa ini sama seperti puasa pada umumnya, yakni mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Puasa sunnah Daud bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada:

  • Idul Fitri (1 Syawal)
  • Idul Adha (10 Zulhijjah)
  • Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)
  • Separuh terakhir dari bulan Sya'ban
  • Hari yang diragukan (30 Syaban, ketika orang telah membicarakan ru'yatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian anak kecil)

Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Daud

Tata cara melaksanakan puasa sunnah Daud bisa dimulai dengan membaca niatnya terlebih dahulu. Niat puasa sunnah ini dapat dibaca saat sebelum tidur di malam hari atau di siang hari sebelum waktu zuhur. Berikut ini bacaan niatnya.

Saat Malam Hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سَنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma dâwuda lillahi ta'âlâ

Artinya: "Saya berniat puasa Daud, sunnah karena Allah taala."


Saat Siang Hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati dâwuda lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah taala"

Setelah membaca niat puasa di atas, kamu dapat berpuasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama durasi tersebut seseorang yang berpuasa harus mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana puasa-puasa lain.

Tata cara pengerjaan puasa sunnah Daud juga dijelaskan dalam sebuah riwayat yang berbunyi:

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا ، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

Artinya: "Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya," (HR Bukhari).

Keutamaan Puasa Daud

Dalam beberapa hadits dijelaskan bahwa puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut.

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya: "Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah Puasa Daud, dan salat yang paling disukai Allah adalah sholat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya" (HR al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, jika dibandingkan dengan puasa sunnah lainnya, puasa Daud juga dianggap lebih utama.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya: "Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Daud 'alaihissalam, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari" (HR an-Nasa`i).

Demikian penjelasan seputar puasa Daud, mulai dari bacaan niat, tata cara, dan keutamaannya. Semoga bermanfaat, Dab!



Simak Video "Video: Masih Ada Sisa Waktu, Ini Puasa Sunnah Menyambut Idul Adha!"

(apu/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork