Beda Versi Rey dan Intan di Balik Kasus Pernikahan Sesama Jenis Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 10 Apr 2026 12:15 WIB
Pernikahan sesama jenis di Kota Malang/Foto: Dok. Istimewa
Malang -

Kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang memunculkan dua versi yang saling bertolak belakang. Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere mengaku sejak awal terbuka soal identitasnya, sementara Intan Anggraeni justru merasa tertipu dan mengalami tekanan.

Perbedaan pengakuan ini pun menjadi sorotan dalam penanganan kasus yang kini dilaporkan ke polisi, dengan masing-masing pihak menyampaikan kronologi dan klaim yang berbeda.

Rey, terlapor kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi. Ia membantah semua tuduhan yang dialamatkan oleh Intan Anggraeni (28), istrinya.

Rey blak-blakan menyebut dirinya sejak awal sudah terbuka saat menjalin hubungan dengan Intan. Bahkan, ia mengklaim keluarga dan lingkungan pertemanan Intan telah mengetahui identitasnya sebagai perempuan.

Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere saat memberikan klarifikasi atas tuduhan penipuan yang dari istrinya, Intan Anggraeni Foto: Dok. Istimewa

"Dari awal dia sudah tahu identitas (perempuan) saya. Dia sering ke rumah, teman-temannya juga tahu hubungan kami," kata Rey kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Terkait tudingan memalsukan dokumen identitas sebagai pria, Rey juga membantah keras. Ia menegaskan tidak pernah melakukan manipulasi dokumen.

"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia (Intan) sendiri yang fotokopi KTP saya," bebernya.

Rey mengungkapkan awal perkenalan mereka terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu. Hubungan kemudian berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Ia bahkan mengklaim, keinginan menikah justru datang dari Intan lebih dulu.

"Dia (Intan)) yang mengajak menikah, karena mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari hubungan (pacar) sebelumnya," bebernya.

Meski sempat ingin mengakhiri hubungan, Rey mengaku urung karena adanya tekanan dari pihak Intan.

"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.

Rey juga membantah sejumlah tuduhan lain, termasuk janji memberikan rumah dan mobil mewah. "Saya tidak pernah menjanjikan mobil atau rumah mewah," kata Rey.

Ia justru mengaku selama ini banyak membantu kebutuhan finansial Intan dan keluarganya.

"Saya banyak membantu secara finansial. Kalau ada uang, saya langsung bantu," tegasnya.

Selain itu, tudingan ancaman pembunuhan juga dibantah. "Saya tidak pernah mengintimidasi atau mengancam (membunuh)," tegas Rey.

Terkait isu rencana ke luar negeri, Rey menyebut tidak pernah mengajak Intan ke Kamboja.

"Rencananya ke Jogja untuk terapi, karena dia sempat mengalami cedera kaki akibat dugaan kekerasan di hubungan sebelumnya. Gak ada ke Kamboja," paparnya.

Rey menambahkan, komunikasi terakhir terjadi saat dirinya mempertanyakan dasar laporan Intan ke polisi.

"Saya tanya dasar laporannya apa, saya tidak pernah melakukan tindak pidana. Tapi tidak dibalas. Saya ingin mengakhiri hubungan baik-baik sebelum laporan itu muncul, tapi justru laporan datang tiba-tiba," tandasnya.



Simak Video "Berburu Oleh-Oleh di Kawasan Arab, Kota Malang"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork