Kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang menyisakan fakta mengejutkan. Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan, namun urung karena adanya ancaman bunuh diri dari Intan Anggraeni (28).
Situasi disebut semakin rumit ketika tekanan juga datang dari pihak keluarga Intan, hingga akhirnya hubungan keduanya berlanjut ke jenjang pernikahan.
Rey, terlapor kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang akhirnya muncul. Dalam klarifikasinya, ia membantah semua tuduhan yang dialamatkan oleh Intan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rey mengungkapkan, awal mula mengenal Intan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu. Dari perkenalan itu, hubungan mereka semakin dekat hingga bersepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Ia mengklaim, keinginan untuk menikah justru datang lebih dulu dari pihak Intan. "Dia (Intan) yang mengajak menikah, karena mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari hubungan (pacar) sebelumnya," bebernya.
Meski begitu, Rere mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum rencana tersebut terealisasi. Namun situasi menjadi rumit karena adanya tekanan dari pihak keluarga Intan.
"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.
Rey blak-blakan bahwa dirinya sejak awal terbuka ketika menjalin hubungan dengan Intan. Bahkan, keluarga Intan dan lingkungan pertemanan juga telah mengetahui identitasnya.
"Dari awal dia sudah tahu identitas (perempuan) saya. Dia sering ke rumah, teman-temannya juga tahu hubungan kami," kata Rey.
Ditanya terkait tudingan telah memalsukan dokumen identitas sebagai seorang pria, Rere membantah dirinya telah melakukan perbuatan tersebut. Selama ini dirinya tidak pernah membuat atau memanipulasi dokumen apa pun.
"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia (Intan) sendiri yang fotokopi KTP saya," bebernya.
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial IA (28), warga Blimbing, Kota Malang harus menerima kenyataan pahit. Ini setelah ia menjadi korban penipuan pernikahan siri sesama jenis setelah tahu suaminya ternyata seorang perempuan.
Kisah pilu ini bermula pada awal Februari 2026 saat korban mengenal mengenal Reynaldi Malawat (36) di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Keduanya lalu berpacaran pada 14 Februari.
"Dia mengaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli. Cara bicara sampai penampilannya benar-benar seperti pria," ujar korban di Polresta Malang Kota, Kamis (9/4/2026).
Demi memikat hati korban, Rey bahkan melontarkan janji-janji manis berupa. Seperti korban diiming-imingi hadiah rumah hingga mobil mewah Lamborghini yang dijanjikan sebagai kado di hari pernikahan pada 3 April 2026.
Kedok Rey baru terungkap saat malam pertama. Korban mendapati bahwa suaminya adalah seorang perempuan. Seketika itu pula, impian indah korban runtuh. Sambil menangis, ia langsung mengadu kepada orang tuanya.
Setelah identitasnya terbongkar, Rey langsung diusir oleh keluarga korban. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi pada Rabu (8/4) atas dugaan pemalsuan dokumen.
(irb/hil)











































