Dua elemen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jawa Timur yang aktif di media sosial menyuarakan Reformasi Jilid II. Kedua elemen BEM di Jatim itu adalah BEM Nusantara Jatim Id dengan akun Instagram @bemnusjatim_id dan BEM Nusantara Jatim Official dengan akun Instagram @bemnusjatim.official.
Masing-masing elemen pergerakan mahasiswa itu menyerukan aksi reformasi jilid II yang dilandaskan dari berbagai persoalan di Indonesia. Mulai dari MBG hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Melalui postingan akun Instagram @bemnusjatim_id menyerukan "SEGERA DIMULAI REFORMASI JILID II. KETIKA OLIGARKI YANG TULI MENGHANCURKAN NEGARA! KOMUNIKASI BAIK DIANGGAP PENJAHAT! DIKASIH JANTUNG MINTAK HATI! BERGERAK SESUAI ADIDAYA JALAN MASING- MASING!!!".
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim Id, Deni Oktaviano Pratama menjelaskan bahwa reformasi jilid II akan dimulai. Pemantiknya adalah sejumlah permasalahan yang terjadi saat ini di Indonesia.
"Jadi memang pada dasarnya reformasi jilid dua yang segera mungkin juga dimulai. Ini bentuk suatu keresahan kita sebenarnya. Bukan hanya dari objek mahasiswa, tapi juga objek masyarakat luas bahwa ketika kita melihat kondisi situasi negara hari ini sungguh di luar prediksi kita bersama. Mulai dari program-program pemerintah pusat seperti MBG, Kopdes, rupiah melemah, termasuk masuk militerisme yang masuk ranah sipil semenjak RUU TNI sampai hari ini sudah disahkan menjadi undang-undang dan berbagai kasus penyerangan terhadap sipil juga itu membuat kami gerah, membuat kami kemudian resah bahwa negara ini mengalami kemunduran demokrasi," jelas mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi itu kepada detikJatim, Selasa (9/6/2026).
Deni mengatakan, hari ini pihaknya fokus konsolidasi di akar rumput yang mana setiap kabupaten/kota yang terafiliasi di Bemnus Jawa Timur Id sedang berkonsolidasi dengan matang untuk memperkuat gerakan aksi yang akan dilakukan 2 atau 3 pekan ke depan.
"Kalau waktunya (aksi), kami masih dalam proses tahap konsolidasi. Jadi kita pun juga masih memperhitungkan tepatnya. Jadi memang yang belum kita, kapan waktunya itu kita belum ini, belum bisa menyampaikan. Pastinya kalau tetap pemerintah per hari ini,seperti rupiah juga melemah. Ini menjadi mungkin lebih cepat kita untuk kemudian turun ke jalan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa bukan membenci sosok pemimpin negara. Namun program Prabowo-Gibran seperti MBG menimbulkan keresahan. Apalagi terdapat permainan MBG hingga penetapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs sebagak tersangka. Menurutnya, pemainan MBG seperti jual-beli titik lokasi dan lain sebagainya jadi bukti kemunduran program pemerintah saat ini.
"Kemudian dengan masuknya militerisme pada ranah sipil yang sudah hari ini sungguh sangat terbuka sampai penyerangan terhadap Andrie Yunus dan sebagainya. Ini bentuk sejarah kita akankah kemudian terulang kembali begitu. Jadi kalau kemudian kita memberikan sebuah kritik, saran, dan sebagainya ataupun ultimatum terhadap pemerintah negara hari ini bahwa ya seharusnya selayaknya sebagai amanat daripada rakyat ya seharusnya menjalankan amanah itu begitu. Kalau dari kami sebetulnya kalau sudah muat pasti akan terjadi itu (reformasi jilid II)," tegasnya.
Kampanye untuk Menyadarkan Pemerintah
Seruan konsolidasi bersiap menuju reformasi jilid II juga disampaikan elemen BEM pemilik akun BEM Nusantara Jatim Official. Beberapa catatan permasalahan di Tanah Air menjadi poin bakal berlangsungnya gerakan aksi.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur Official Muhammad Zainnur Abdillah mengatakan beberapa hari yang lalu pihaknya mendiskusikan isu pelemahan rupiah per hari ini hingga Rp18.012. Ditambah lagi sejumlah program Prabowo-Gibran yang membebani ekonomi negara karena APBN banyak terserap, sementara banyak pos anggaran yang disubsidi negara.
"Berangkat dari keresahan itu, teman-teman di beberapa daerah yang lainnya, seperti Jawa Tengah, itu juga sudah melakukan aksi. Makanya, kita di daerah Jawa Timur juga enggak mau cuma diam melihat situasi sekarang ini. Akhirnya kita sepakat untuk melakukan konsolidasi di tanggal 16 nanti. Saya juga koordinasi ke teman-teman untuk segera melakukan kajian di masing-masing kampus," kata Presiden Mahasiswa Universitas Merdeka Madiun itu kepada detikJatim.
Tidak hanya itu BEMNus Jatim Official juga menaikkan narasi dan isu permasalahan negara agar mahasiswa atau masyarakat mulai sadar sehingga dalam konsolidasi nantinya akan dibahas skema aksi simbolis seperti apa.
"Aksi seperti apa yang harus kita lakukan agar pemerintah segera mulai melihat kondisi hari ini yang semakin krisis? Menuju krisis ya. Makanya kami menaikkan judul Reformasi Jilid II agar ada trigger dari pemerintah hari ini segera sadar," katanya.
Sejumlah kritik tentang program yang membebani negara seperti MBG, program Koperasi Desa Merah Putih, juga sejumlah program pembangunan batalion yang banyak menyerap anggaran akan menjadi isu utama dalam tuntutan yang disampaikan.
"Pasti akan ada tambahan tuntutan lagi setelah konsolidasi, karena teman-teman hari ini masih berusaha mengkaji sebelum tanggal 16 Juni nanti (konsolidasi) dengan semua BEM se-Jawa Timur, perwakilan di Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, daerah-daerah sekitar Kota Surabaya," ujarnya.
Ia berpesan, bila pemerintah hari ini tidak segera sadar dan membenahi sistem kemudian mengevaluasi dan mengawasi kebijakan-kebijakan saat ini, akan ada gelombang aksi besar yang turun ke jalan.
"Maka tinggal tunggu saja bahwa kejatuhan dari rezim Prabowo-Gibran akan menunggu waktunya. Kita sebenarnya tidak ingin jika terjadi kericuhan, kemudian krisis di mana-mana yang kemudian mengakibatkan rakyat-rakyat menderita. Tapi kalau tidak kita tuntut dan kita desak pemerintah hari ini, maka yang akan menanggung banyak tentu pemerintah hari ini yang akan jatuh," pungkasnya.
Simak Video "Video Wawalkot Tangsel soal Kantornya Ditimbun Sampah: Kita Terima"
(auh/dpe)