Arus lalu lintas menuju kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sempat mengalami kepadatan pada Selasa (8/6/2026). Kepadatan dipicu oleh dua aksi unjuk rasa yang berlangsung secara bergantian di lokasi tersebut.
Pantauan detikJatim di lokasi, kendaraan roda dua maupun roda empat hanya bisa bergerak perlahan saat melintas di sekitar lokasi aksi. Petugas kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan dan mengatur arus kendaraan.
Kanit Humas Polsek Genteng, Iptu Tjahyono mengatakan, kepadatan lalu lintas mulai terjadi sejak sekitar pukul 11.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepadatan mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB karena adanya kegiatan penyampaian aspirasi di depan Grahadi," kata Tjahyono kepada detikJatim.
Menurutnya, kepolisian telah menerjunkan cukup banyak personel untuk mengatur lalu lintas agar kepadatan tidak semakin parah. Petugas juga disebar di sejumlah titik untuk membantu kelancaran arus kendaraan.
"Kami sudah menempatkan personel di beberapa titik untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Aksi pertama dilakukan oleh kelompok Komunitas Cinta Damai. Massa sebelumnya menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebelum bergerak menuju Grahadi.
Tak lama berselang, massa dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) juga datang dan menggelar aksi di lokasi yang sama.
Namun saat ditemui detikJatim, sejumlah peserta aksi SPSI enggan menjelaskan tuntutan yang mereka bawa. Bahkan, beberapa peserta mengaku tidak mengetahui secara rinci agenda demonstrasi yang sedang berlangsung.
"Saya kurang tahu," ujar salah seorang peserta aksi ketika ditanya mengenai tuntutan demonstrasi.
Hingga siang hari, aktivitas di sekitar Grahadi berangsur normal seiring berkurangnya jumlah massa aksi. Namun pengendara sempat diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
