Demo ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ricuh. Kini, mereka menduduki gedung rektorat. Mereka merangsek masuk setelah sebelumnya berorasi dari balik pagar dan mendesak Rektor UINSA Prof Akh. Muzakki menemui mereka.
Pantauan detikJatim, mahasiswa kini memenuhi area lantai 1 gedung rektorat. Sebagian mahasiswa duduk di lantai kantor, sementara koordinator aksi terus mengingatkan massa untuk tetap bergerak dalam satu komando dan satu tujuan.
"Satu komando, satu tujuan," terdengar seruan koordinator aksi di tengah massa, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo mahasiswa Uinsa Surabaya Foto: Esti Widiyana |
Mahasiswa masih bergantian melakukan orasi di dalam gedung rektorat. Mereka juga berulang kali meneriakkan permintaan agar Muzakki menemui massa aksi dan turun dari jabatannya sebagai rektor.
Namun, Muzakki diketahui tidak berada di gedung rektorat saat mahasiswa masuk. Karena itu, mahasiswa memilih bertahan di dalam gedung sembari menunggu kedatangan Muzakki untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.
Keterbatasan jumlah petugas keamanan membuat penjagaan dilakukan di sejumlah titik di gedung rektorat. Petugas tampak berjaga di pintu-pintu samping, sementara mahasiswa yang masuk sejauh ini berkumpul di area lantai 1.
Sebelumnya, mahasiswa berorasi selama lebih dari satu jam di depan gedung rektorat. Massa kemudian mendobrak pagar dan terjadi aksi saling dorong hingga mahasiswa berhasil masuk ke area gedung.
Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan mahasiswa terhadap Muzakki yang kembali menjabat sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030. Mahasiswa menilai dua periode kepemimpinan Muzakki belum membawa perubahan yang baik bagi mahasiswa maupun kampus.
Baca juga: Mahasiswa UINSA Surabaya Demo Soroti Rektor |
Aksi ini digelar sehari setelah Muzakki dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Selasa (15/9/2026). Penolakan terhadap Muzakki sebelumnya juga disuarakan mahasiswa dalam aksi pada 15 Juli 2026.
Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa sejumlah poster dan banner berisi kritik terhadap kepemimpinan kampus. Mereka juga sebelumnya membakar ban di depan kampus dan duduk di aspal di tengah cuaca panas.
Salah satu mahasiswa, Micle mengatakan, penolakan terhadap Muzakki kembali menjabat rektor berkaitan dengan sejumlah persoalan yang menurut mahasiswa dirasakan selama kepemimpinannya. Ia menyinggung persoalan dana, jas almamater mahasiswa baru, hingga biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Menolak Muzzaki jadi rektor lagi karena banyak masalah. Seperti uang tiba-tiba menghilang, jas untuk maba katanya baru 50% jadi atau 3.000 jas almamater, bahkan UKT banyak yang mahal. Kalau saya kena UKT Rp 7 juta maba dari FEBI," ujar Micle.
Keluhan serupa disampaikan Alex, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Ia menyoroti buku atau bahan pembelajaran dari fakultas yang menurutnya hingga kini belum diterima.
"Buku belum, kayak buku LKS dari fakultas itu belum sampai sekarang. Maunya mengganti atau membatalkan Rektor Muzzaki," tambah Alex, maba dari FEBI.
Selain persoalan akademik dan biaya pendidikan, aksi mahasiswa sebelumnya juga diwarnai pecahnya pot bunga yang kemudian diletakkan di depan kaca pintu masuk gedung rektorat. Sementara di luar gedung, aksi mahasiswa membuat ruas jalan di depan kampus menyempit, meski kendaraan masih dapat melintas.
Mahasiswa UINSA sebelumnya juga telah menggelar aksi pada 15 Juli 2026. Saat itu, mereka mempersoalkan mekanisme pemilihan rektor dan meminta proses tersebut dilakukan secara lebih transparan, termasuk memperbesar keterlibatan sivitas akademika.

