Warga di Mojokerto Sulap Sungai Kotor Jadi Keramba Budi Daya Ribuan Ikan

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 03 Apr 2023 05:00 WIB
Sungai di Mojokerto diubah menjadi tempat budi daya ikan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kreativitas warga Desa Balongwono, Trowulan, Kabupaten Mojokerto patut diacungi jempol. Mereka berhasil menyulap sungai yang tadinya kotor menjadi keramba. Selain sungai menjadi bersih, mereka juga bisa membudidayakan ribuan ikan nila, patin dan koi.

Sungai selebar 4 meter mengalir dari selatan ke utara di Dusun Wates Lor, Desa Balongwono. Sebelah barat sungai adalah jalan kampung beraspal, lalu kantor desa dan barisan rumah penduduk. Sedangkan sisi timurnya yakni persawahan yang kini ditanami padi.

Sepanjang 330 meter sungai ini dipenuhi dengan keramba yang terbuat dari jaring. Lebar setiap keramba dibuat seragam, yaitu 2 meter. Hanya panjangnya berbeda, ada yang 5 meter, ada pula yang 10 meter. Ujung selatan sungai ini dipasangi penyaring besi yang setiap celahnya hanya 1 cm.

Penyaring ini untuk mencegah sampah dan binatang predator ikan menuju keramba. Warga pun rutin membersihkan sampah dari penyaring tersebut. Tak ayal, sungai selalu nampak bersih.

Di ujung utara sungai, atau sebelah selatan rel kereta api juga dipasangi penyaring serupa untuk mencegah ikan hanyut.

"Saat ini sudah ada 23 keramba, terdiri dari 18 keramba milik warga perorangan, 5 milik desa," kata Divisi Pengembangan SDM Kelompok Mina Karya Sejahtera Desa Balongwono, Muchammad Amin kepada detikJatim di lokasi, Minggu (2/4/2023).

Puluhan keramba di sungai Dusun Wates Lor ini untuk membudidayakan ribuan ikan nila lokal, nila merah, patin, serta 20 calon indukan koi.

Kelompok Mina Karya Sejahtera juga membudidayakan ikan nila di sepanjang aliran sungai yang sama, tapi di luar keramba. Nantinya, baik 5 keramba milik desa maupun kelompok akan dikelola BUMDes Bina Usaha Mandiri.

Sungai di Mojokerto diubah menjadi tempat budi daya ikan Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Pemandangan yang menyenangkan terjadi ketika warga memberi makan ikan di keramba pagi dan sore. Sebab, ratusan ikan di setiap keramba muncul ke permukaan sungai untuk berebut makanan. Terkadang, mereka juga menebar rajangan eceng gondok dan kangkung untuk menambah makanan ikan.

"Budi daya di sungai ini membuat ikan lebih cepat besar. Karena banyak nutrisi, juga airnya yang terus mengalir membuat ikan aktif bergerak," terang Amin.

Kelompok Mina Karya Sejahtera sendiri saat ini beranggotakan 22 warga Desa Desa Balongwono. Menurut Amin, gerakan budi daya ikan air tawar di sungai mulai November 2022 itu sudah berbuah manis. Salah satu keramba ikan nila milik warga sudah dipanen bulan lalu. Hasilnya pun lumayan.

Keramba tersebut diisi 25 kilogram ikan nila yang masing-masing seukuran 3 jari orang dewasa. Harganya ketika itu Rp 30.000/kg. Hanya dalam 4 bulan, pemiliknya memanen 50 kilogram nila seukuran telapak tangan meskipun banyak yang lepas karena banjir. Dengan harga jual Rp 25.000/Kg, pemiliknya meraup omzet Rp 1,25 juta.

"Estimasi panen raya ikan nila Agustus nanti. Karena saat ini ada yang umurnya 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan," jelasnya.

Budi daya ikan air tawar di Desa Balongwono juga menggunakan kolam bundar di sawah. Terdapat 17 kolam terpal di tempat ini, masing-masing berdiameter 3 meter, sedangkan tingginya 1,2 meter.

Sedikitnya, 1.000 ikan tombro, 1.000 koi, serta 2.500 nila merah dipelihara di kolam tersebut. Saat ini umurnya baru 1 minggu hingga 1 bulan.

Berita selengkapnya baca di halaman selanjutnya!




(hil/fat)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork