Deretan Fakta Mahasiswa Malang Akhiri Hidup Usai Kirim Pesan Pilu

Deretan Fakta Mahasiswa Malang Akhiri Hidup Usai Kirim Pesan Pilu

Hilda Rinanda - detikJatim
Minggu, 30 Nov 2025 10:00 WIB
Suasana jembatan Suhat saat kejadian mahasiswa bunuh diri
Suasana jembatan Suhat saat kejadian mahasiswa bunuh diriFoto: Istimewa
Malang -

Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Malang ditemukan tewas di bawah Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) pada Jumat (28/11/2025) malam. Peristiwa pilu itu diduga kuat merupakan aksi mengakhiri hidup, yang sebelumnya diawali dengan pesan menyayat hati kepada adiknya.

Kematian mahasiswa berinisial NFR (25) ini menyisakan duka mendalam, terutama setelah pesan terakhirnya terungkap dan menunjukkan bahwa ia sempat meminta maaf serta berterima kasih kepada adiknya. Polisi menduga tekanan pendidikan menjadi salah satu faktor yang membebani korban.

Fakta-Fakta Tragedi Mahasiswa Tewas di Bawah Jembatan Suhat

1. Korban Pertama Kali Dilihat Duduk di Pagar Jembatan

Korban NFR awalnya terlihat oleh seorang pengendara motor yang melintas di Jembatan Suhat, saat duduk tenang di pagar jembatan sambil membawa botol air minum; tak lama setelah itu saksi melihat korban menjatuhkan diri ke bawah jembatan sehingga langsung memanggil satpam apartemen terdekat untuk meminta pertolongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberadaan korban awalnya diketahui pengendara motor, ketika duduk di pagar jembatan sambil minum air putih," ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.

2. Polisi Tiba dan Langsung Mengevakuasi Korban

Setelah mendapat laporan dari saksi dan petugas keamanan, polisi datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal terhadap korban yang sudah tergeletak di bawah jembatan, kemudian mengevakuasinya ke fasilitas kesehatan terdekat.

ADVERTISEMENT

"Kami langsung datang ke TKP, setelah mendapatkan laporan, kemudian mengidentifikasi dan mengevakuasi korban," jelas Anang.

3. Korban Mahasiswa PTN di Malang dan Warga Lowokwaru

Hasil identifikasi memastikan bahwa korban adalah NFR, mahasiswa aktif berusia 25 tahun yang tinggal di wilayah Lowokwaru, dan selama ini dikenal sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Malang.

"Korban warga Kota Malang, berstatus mahasiswa," sebut Anang.

4. Adik Korban Datang ke Lokasi Setelah Menerima Pesan Terakhir

Adik korban datang ke lokasi kejadian setelah merasa khawatir karena menerima pesan terakhir kakaknya sekitar pukul 16.00 WIB, yang berisi permintaan maaf sekaligus pesan penuh nasihat menyentuh.

"Adik korban datang ke TKP untuk mencari kakaknya. Karena korban sempat mengirimkan kata-kata terakhir, sore hari sekitar pukul 16.00 WIB," ungkap Anang.

5. Polisi Duga Korban Alami Tekanan Akademik Sebelum Mengakhiri Hidup

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan keluarganya, korban disebut tengah menghadapi tekanan berat terkait pendidikan, termasuk skripsi yang molor bertahun-tahun hingga memengaruhi kondisi psikologisnya.

"Dari penyelidikan sementara dan keterangan adiknya, diduga korban mengalami tekanan pendidikan kuliahnya," pungkas Anang.

6. Isi Surat Wasiat Pilu

Beberapa jam sebelum kejadian, NFR mengirimkan pesan panjang kepada adiknya. Pesan itu berisi permintaan maaf, penjelasan tentang kondisinya, serta pesan-pesan yang ia titipkan untuk sang adik dan keluarga.

Berikut isi pesan lengkapnya:

"Lif, aku mau minta maaf kalo selama ini aku ga bisa jadi kakak yang baik. Dengan sikapku yang selama ini egois dan pemalas yang ngerepotin atau bikin kamu sakit hati. Aku juga mau berterima kasih karna selama ini sering diingetin sampe dibantuin segala macem. Kamu bisa ngeliat sendiri sifat dan kebiasaanku gimana. Mulai dari yang pemalas, ansos, suka nunda emosian, suka ngotot kalo dinasehatin dan banyak lagi. Intinya kamu udah ngeliat dengan sikapku yg kaya begitu ujungnya kayak ya begini, sampe skripsi molor bertahun2 ga selese-selese.

Aku juga mau ngingetin buat terus diseriusin belajar disekolah maupun kuliah nanti. Dan hati-hati apa yang kamu konsumsi di sosial media dan internet, pelan pelan itu akan mengubahmu, sama juga dengan lingkungan pertemananmu. Dan terakhir jangan lupa ibadahnya dijaga. Itu bisa menjagamu dengan cara tidak terduga.

I guess that's it dari aku, aku minta tolong jagain mama, maaf aku gabisa bantu dan malah nyusahin

Love, kakakmu
Fino"

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kesaksian Detik-detik Bom Bunuh Diri di Pakistan"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads