Warga Geruduk Polres Magelang, Pertanyakan Kasus Bocah Tewas Dianiaya Teman

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 15:53 WIB
Warga datangi Polres Magelang terkait kasus pembunuhan bocah gegara HP, Selasa (9/8/2022).
Warga datangi Polres Magelang terkait kasus pembunuhan bocah gegara HP, Selasa (9/8/2022). (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Kabupaten Magelang -

Sejumlah tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, mendatangi Polres Magelang. Kedatangan mereka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus bocah inisial WS (13) tewas dianiaya temannya sendiri.

Mereka yang mendatangi Polres Magelang meliputi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua RT, Kepala Dusun dan Kepala Desa. Perwakilan sekitar enam orang diterima langsung Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun di ruang kerjanya.

"Terima kasih sekali. Alhamdulillah kami diterima oleh Pak Kapolres mengenai perkembangan masalah warga kami yang menjadi korban dan terima kasih sekali kerja keras Kapolres beserta tim," kata Kades Baleagung Nur Muhammad Sholikin kepada wartawan di Mapolres Magelang, Selasa (9/8/2022).


Menurutnya, kedatangan mereka di Polres Magelang untuk menanyakan perkembangan proses hukum. Hal ini karena banyak warga yang bertanya-tanya mengenai kasus pembunuhan tersebut.

"Untuk menjawab kalau belum tahu, kami belum berani. Kami paksakan sowan dan diberi waktu oleh Kapolres untuk bertemu. Sehingga kami mendapat penjelasan, alhamdulillah saya merasa puas. Saya sampaikan ke warga agar bisa menerimanya. Biar tidak ada gambaran-gambaran atau mungkin rasa penasaran," tuturnya.

"Tadi sudah disampaikan diberikan (ancaman hukuman) Pasal 340. Jadi itu unsur pembunuhan berencana. Mudah-mudahan pasal itu bisa diterapkan sehingga nanti bisa menjadi pembelajaran untuk anak-anak kita yang masih kecil," ujar dia.

Hasil pertemuan, katanya, nantinya akan disampaikan kepada warga lainnya.

"Hasil pertemuan ini akan kami sampaikan ke warga. Biar masyarakat bisa menerima, kondusif dan tenang," ujarnya.

Sholikin juga menceritakan awal mula terungkapnya terduga pelaku penganiayaan.

Sholikin menuturkan, pada Rabu (3/8), sepulang dari hajatan mendapatkan informasi salah satu warganya, WS, tidak pulang. Terkait hal tersebut, kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas.

"Saya punya rasa penasaran karena dari orang tua korban nggak pulang itu dijemput teman dalam kondisi (wajah) ditutup masker sama pakai topi (penutup kepala). Sehingga orang tua juga tidak memahami. Dia (pelaku) menyebut (nama), (nama desa di Grabag). Setelah saya tanya ke Pak Kades Manggung, saya suruh carikan nama ini kok nggak ada," kata Sholikin.

Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya pelaku bisa terungkap. Pelaku kemudian diamankan polisi.

"Akhirnya dia mengaku yang jemput WS. Katanya diantar ke pojok dusun, ke tempat singkong-singkong, tapi jawabannya berbelit-belit begitu," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...