Lima kandidat Chief Executive Officer (CEO) Taman Balekambang Solo dinyatakan tidak lolos seleksi. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal membuka seleksi ulang.
Kelima pendaftar itu tidak diloloskan karena tidak ada yang memenuhi ambang batas (passing grade) yang ditetapkan panitia seleksi.
"Lima peserta yang lolos sampai ke tahapan wawancara kemarin tidak ada yang bisa mencapai batas passing grade yang ditetapkan, sehingga kita tetapkan untuk tidak lolos," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (5/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebutkan bahwa panitia sudah menggelar sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga tes wawancara dan presentasi. Sayangnya, para peserta belum bisa mencapai passing grade yang ditetapkan panitia, yakni di angka 75.
"Penilaian mulai dari seleksi administrasi, UKK (Uji Kelayakan dan Kepatutan), wawancara, hingga presentasi. Setelah ditotal, tidak ada yang mencapai batas passing grade yang ditetapkan panitia dari kelima peserta tersebut," ungkapnya.
Pihaknya akan kembali melakukan seleksi ulang untuk mencari CEO Taman Balekambang. Dirinya juga masih menunggu arahan dari Wali Kota Solo terkait rekrutmen ulang tersebut.
"Ini akan dilakukan seleksi ulang. Jadi, nanti kita masih meminta arahan ke Bapak Wali Kota lagi untuk memberi kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat agar bisa ikut dalam seleksi ini," tambahnya.
Bergaji Rp 15-20 Juta
Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo membuka lowongan untuk Chief Executive Officer (CEO) atau pimpinan Balekambang dengan tawaran gaji berkisar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan. Lowongan ini awalnya dibuka sejak 8 Desember hingga 13 Desember 2025.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan CEO Balekambang diharapkan bisa meningkatkan daya saing destinasi wisata dan memperkuat layanan publik di Solo.
"Harapan saya, pimpinan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) ini punya pengalaman yang jelas dan integritas dalam bekerja. Karena fungsinya di sana adalah mengelola dan merawat aset milik pemerintah," kata Respati saat ditemui di Rumah Budaya Kratonan, Solo, Kamis (11/12/2025).
Respati mengungkapkan, seleksi CEO Balekambang terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berusia 25-45 tahun. Syarat lainnya adalah berpendidikan minimal Strata 1 (S1), memiliki pengalaman minimal tiga tahun memimpin pengelolaan destinasi wisata, dan tidak terafiliasi dengan partai politik.
"Untuk gaji berkisar Rp 15-20 juta per bulan. Targetnya, dia bisa membuat Balekambang mandiri, terawat, serta terkonsep dengan baik sehingga diminati masyarakat. Termasuk pembiayaan mandiri karena sistemnya nanti BLUD. Harapannya bisa membiayai operasional sendiri tanpa bergantung pada APBD lagi," jelasnya.
(apu/afn)











































