Progres Baru 25%, Proyek Bendungan Rp 499 M di Blora Bakal Molor 2 Tahun

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Sabtu, 25 Jul 2026 21:43 WIB
Proses pembangunan Bendungan Cabean di Todanan, Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng
Blora -

Pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dipastikan belum dapat rampung sesuai target semula pada tahun 2026. Proyek nasional ini baru terealisasi 25 persen dan diperkirakan molor 2 tahun.

"Kontrak sebenarnya selesai tahun ini, tetapi kami sedang mengajukan perpanjangan kontrak. Rencana selesai di tahun 2028," ucap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).

Pembangunan Bendungan Cabean dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Marfrijaya Abadi dengan nilai kontrak mencapai Rp 499 miliar.

Dengan nilai proyek yang besar tersebut, Bendungan Cabean diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk pengairan lahan pertanian sekaligus pengendalian banjir di wilayah sekitar. Proyek ini berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Proses pembangunan Bendungan Cabean di Todanan, Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

Nuryanto mengatakan progres fisik proyek yang berada di Desa Karanganyar saat ini baru sekitar seperempat dari keseluruhan pekerjaan atau sekitar nilai Rp 125 miliar.

"Progres kami sekitar 25 persen, progres fisiknya di lapangan sekitar 25 persen," kata dia.

Ia menjelaskan, anggaran yang tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun ini telah habis terserap. Namun, pekerjaan di lapangan tetap berjalan karena penyedia jasa bersedia menalangi terlebih dahulu dan pembayarannya akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.

"Kalau anggaran DIPA sudah habis, penyedia jasa tetap bekerja. Nanti yang mereka laksanakan akan dibayar di tahun berikutnya," ujarnya.

Menurut Nuryanto, pihaknya telah mengajukan perpanjangan kontrak 2 tahun kepada Kementerian Keuangan melalui Kementerian PUPR. Saat ini proses administrasi tinggal menunggu persetujuan. Ia menyebut mundurnya target penyelesaian dipengaruhi efisiensi anggaran serta keterlambatan proses pembebasan lahan.

"Memang ada efisiensi anggaran dan lain-lain sehingga tidak bisa dipenuhi. Selain itu kami juga sempat terkendala pembebasan lahan," jelasnya.

Proses pembangunan Bendungan Cabean di Todanan, Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

Nuryanto memastikan proyek tidak akan mangkrak karena pagu indikatif untuk tahun depan telah disiapkan pemerintah.

"Insyaallah tidak. Pagu indikatif tahun depan sudah dianggarkan untuk Bendungan Cabean," tegasnya.

Hingga kini, pekerjaan yang telah dilakukan meliputi pembangunan jalan akses, saluran pengelak, fasilitas umum dan fasilitas proyek. Sementara pembangunan tubuh utama bendungan belum dimulai.

"(Bendungan utama) Belum. Tahun ini rencananya menyelesaikan saluran pengelakan," katanya.

Warga Khawatir Mangkrak

Seorang petani Karanganyar, Arif Saifuddin menginginkan bendungan yang berukuran besar ini dapat segera diselesaikan. Sebab, bendungan tersebut dinilai akan menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian warga yang mayoritas petani.

"Masyarakat Blora, khususnya Desa Karanganyar, sangat mengharapkan adanya bendungan tersebut supaya bisa dimanfaatkan untuk mengaliri persawahan. Mengingat banyak warga di sini berprofesi sebagai petani," ujar Arif.

Meski demikian, Arif mengaku sempat muncul kekhawatiran di kalangan warga setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak pada keberlangsungan proyek Bendungan Cabean.

"Ya sempat curiga dengan adanya efisiensi anggaran. Dikhawatirkan proyek ini mangkrak juga. Ya semoga tidak," katanya.

Proses pembangunan Bendungan Cabean di Todanan, Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

Arif berharap pemerintah tetap melanjutkan pembangunan dengan mengalokasikan kembali anggaran pada tahun berikutnya apabila memang diperlukan.

"Kalau memang anggarannya belum cukup, semoga bisa dianggarkan lagi tahun berikutnya. Yang penting pembangunan tetap berjalan," ungkapnya.

Menurut Arif, berdasarkan rencana awal yang diketahuinya, Bendungan Cabean seharusnya dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Karena itu, ia berharap keterlambatan yang terjadi tidak berujung pada mangkraknya proyek tersebut.

"Ya semoga bisa dianggarkan di tahun berikutnya. Harusnya akhir tahun ini, melihat rencananya," jelasnya.




(afn/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB