Progres Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek Capai 85,64 Persen

Progres Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek Capai 85,64 Persen

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 09:00 WIB
Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek
Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggenjot pelaksanaan proyek nasional Bendungan Bagong, Trenggalek. Progres pembangunan saat ini telah mencapai 85,64 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Balai Besar Wilayah Sungai BBWS) Brantas, Senna Ananggadipa Adhitama mengatakan pelaksanaan proyek yang berada di Kecamatan Bendungan mengalami peningkatan signifikan dan ditargetkan akan tuntas pada 2029.

"Dari tiga paket terkontrak, paket 1, 2 dan 3 secara komulatif sudah 85,64 persen. Rinciannya paket 2 telah selesai 100 persen, paket 1 87,788 persen dan paket 3 mencapai 61,275 persen," kata Senna, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya upaya penuntasan pembangunan bendungan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan waktu, mutu dan ketentuan teknis. Saat ini salah satu pekerjaan penting yang dijalankan adalah pembangunan konstruksi bangunan utama bendungan atau main dam.

"Selain paket 1-3, nantinya ada tambahan lagi paket 4 untuk kelengkapan infrastruktur. Tapi, itu masih di 2029. Saat ini kami fokuskan untuk penuntasan paket 1 dan 3," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Untuk menuntaskan seluruh paket pekerjaan tersebut dibutuhkan anggaran negara sekitar Rp 2,8 triliun. Pihaknya mengaku tidak ada kendala teknis yang menghambat pembangunan.

"Alhamdulillah untuk pekerjaan relatif lancar, pekerjaan tetap kami optimalkan untuk berjalan," jelasnya.

Senna menambahkan, Bendungan Bagong merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang diproyeksikan bakal memberikan manfaat besar untuk masyarakat Trenggalek. Salah satunya layanan irigasi untuk 977 hektare lahan, dengan kapasitas penyediaan air baku 153 liter/detik.

"Selain untuk irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai sistem pengendali banjir Trenggalek. Jadi, antara Bendungan Bagong dan Bendungan Tugu punya peran yang sama untuk sistem kendali air," jelasnya.

Proyek nasional ini merupakan peninggalan Presiden Joko Widodo. Data Kementerian PU, bendungan mulai dibangun pada 2018. Pada rencana awal pembangunan ditargetkan tuntas pada 2022. Namun, akibat terkendala pembebasan lahan dan beberapa problem lain Kementerian PU merevisi target penyelesaian hingga 2029.

Sementara disinggung terkait kondisi bencana Kekeringan di Trenggalek, BBWS Brantas memastikan telah melakukan langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam proses penanggulangan.

"Kami sejak awal sudah menurunkan bantuan distribusi air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan bersama BPBD Trenggalek," imbuh Senna.

Pasokan bantuan air bersih digelontorkan hingga pelosok desa yang terdampak. Harapannya pasokan air tersebut dapat meringankan kesulitan masyarakat. "Penanganan kekeringan itu dilakukan secara pentahelik bersama lintas instansi, salah satunya BBWS Brantas," jelasnya.

Tidak hanya itu BBWS Brantas juga tengah melakukan pemetaan terhadap kawasan pertanian di sekitar proyek Bendungan Bagong maupun daerah lain di Trenggalek yang terdampak kekeringan. Pihaknya akan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan pertanian.

"Saat ini masih kami petakan, sebelum nanti ditentukan titik pembangunan sumur bornya," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads