Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati diduga keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Ratusan siswa itu berasal dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong.
Kepala MTs Negeri 3 Pati, Zaenal Arifin, menjelaskan di sekolahnya ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.
"Ini terdampak 127 anak, dari 565 siswa. Ini rata-rata kena kelas 8 dan kelas 9, karena kelas 7 ada lomba di sini kelas dipakai lomba kelas 7 daring sehingga tidak ada yang terkena," kata Zaenal ditemui di lokasi, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan menu MBG yang disantap berupa nasi bakar, ayam suwir, dan tempe. Ratusan siswanya pun dilarikan ke rumah sakit.
"Menu kemarin nasi bakar ada ayam disuwir, ada tempe," ujarnya.
Kemudian Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, menuturkan siswanya yang mengalami mual dan diare ada 103 siswa. Sementara guru ada 13 orang.
"Yang terkena dari jelas 7,8, dan 9 ada 103 anak. Gurunya 13 orang," jelas Istiana ditemui di lokasi.
Dia mengatakan para siswanya dilarikan ke puskesmas. Akan tetapi kapasitas penuh, sehingga siswa lainnya dibawa ke rumah sakit.
"Setelah Puskesmas overload, tadi dievakuasi ke RS KSH dan Mitra Bangsa," ungkap dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, membenarkan dua sekolah yang muridnya diduga keracunan MBG adalah MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong. Dinkes Pati masih mendata jumlah siswa dan penyelidikan terkait memastikan penyebab dugaan keracunan ini.
"Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH," terang dia.
