Sertifikat HAKI Bisa Diagunkan, Ini Cara Mengurus Pendaftaran Merek

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 22 Jul 2022 02:02 WIB
Ditjen Kekayaan Intelektuan Kemenkum HAM (DJKI) melakukan kampanye anti pembajakan dan pemalsuan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (9/6/2016). Kampanye difokuskan pada perlindungan hak cipta piranti lunak (software) komputer.
Ilustrasi kampanye menolak barang bajakan. Foto: Ari Saputra
Solo -

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mendorong pemilik usaha untuk mendaftarkan kekayaan intelektual yang dimiliki. Sebab, kepemilikan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) memiliki beberapa manfaat.

"Pelaku UMKM, pencipta lagu, desainer, yang punya kegiatan intelektual atau mendorong mereka mendaftar hak kekayaan intelektualnya. Kalau UMKM mereknya, sangat penting. Jangan sampai diambil orang dulu baru mengurus," kata Yasonna saat berada di Solo, Rabu (20/7/2022) malam.

"Kalau sudah dapat legalitas akan mudah maju di perbankan, bahkan dengan Perpres terbaru, presiden mengeluarkan kebijakan bahwa HAKI dijaminkan menjadi alat untuk meminjam uang fidusia," imbuhnya.


Nah, menarik bukan? Tidak hanya untuk perlindungan terhadap kemungkinan pemalsuan dan pembajakan, kepemilikan sertifikat HAKI juga memungkinkan pengusaha untuk mencari pinjaman utang untuk menambah modal.

Pada dasarnya ada tujuh jenis HAKI yang bisa didaftarkan ke Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), yaitu

  • Paten
  • Merek
  • Desain Industri
  • Hak Cipta
  • Indikasi Geografis
  • Rahasia Dagang
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Di antara ketujuh jenis tersebut, kekayaan intelektual yang paling mungkin untuk didaftarkan adalah merek. Sebab, hampir semua usaha tentu memiliki merek.

Dikutip dari laman resmi DJKI, Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Cara Pendaftaran Merek

Pendaftaran merek bisa dilakukan secara online. Jangan lupa menyiapkan sejumlah dokumen pendukung dalam bentuk file.
Adapun tata cara atau prosedur pendaftaran merek adalah sebagai berikut:

  1. Registrasi akun di merek.dgip.go.id
  2. Klik (+) untuk membuat permohonan baru
  3. Pesan kode billing dengan mengisi tipe, jenis dan pilihan kelas
  4. Lakukan pembayaran sesuai tagihan dalam aplikasi SIMPAKI
  5. Isi seluruh formulir yang tersedia
  6. Unggah data pendukung yang tersedia
  7. Jika semua sudah dirasa benar, klik 'selesai'
  8. Permohonan kamu sudah diterima

Data Pendukung Pendaftaran

Adapun data pendukung yang harus disiapkan saat mendaftar adalah:

  • Etiket atau label merek
  • Tanda tangan pemohon
  • Surat rekomendasi UMK binaan atau surat keterangan UMK binaan dinas (Asli) bagi pemohon usaha mikro dan usaha kecil.
  • Surat pernyataan UMK bermaterai bagi pemohon usaha mikro dan usaha kecil.

Untuk biaya pendaftaran merek di halaman selanjutnya