Heboh Guru SMPN 4 Pekalongan Jewer Murid hingga Telinga Berdarah

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 18:02 WIB
Ilustrasi anak korban kekerasan. Foto: iStock
Pekalongan -

Video berdurasi 19 detik, seorang siswa SMP dengan kondisi telinga berdarah beredar di media sosial. Siswa tersebut diduga mengalami luka setelah dijewer oleh seorang guru saat kegiatan pembelajaran di salah satu SMP di Kota Pekalongan.

"Kejadian itu terjadi pada tanggal 17, Hari Sabtu sekitar jam 1 siang. Terjadi saat kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika. Peristiwa ini, sudah damai," Kepala SMPN 4 Kota Pekalongan, Maskur, saat ditemui di SMPN 4 Kota Pekalongan, Senin (19/10/2026).

Dalam video yang beredar, tampak siswa mengeluarkan darah. Maskur menyebut siswa berinisial K tersebut merupakan siswa kelas 7, saat kegiatan pembelajaran matematika.

"Setelah saya konfirmasi pada pelaku (guru), pelaku merasa emosi dan melakukan tindakan menjewer pada anak tersebut," kata Maskur.

Dikatakan Maskur, peristiwa bermula saat guru matematika meminta siswa menyiapkan buku catatan untuk mengikuti pembelajaran.

"Guru meminta para siswa mencatat materi yang dicontohkan di papan tulis karena dinilai penting untuk dikuasai. Namun, siswa yang bersangkutan belum menyiapkan buku catatannya," ungkapnya .

Guru kemudian mendekati siswa tersebut dan memintanya mengambil buku dari dalam tas. Kemudian aksi menjewer itu terjadi. Pihak sekolah menyayangkan peristiwa itu. Termasuk kabar yang terdengar bukan menjewer namun justru pemukulan.

"Korban dan keluarga korban menyatakan benar bahwa tindakan guru hanya menjewer. Sementara berita yang muncul ada memukul. Setelah saya cek pada pelaku, tindakan memukul tidak ada, adanya hanya menjewer.Setelah saya cek pada pelaku maupun korban, tindakan memukul tidak ada, adanya hanya menjewer," jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi mengenai kondisi korban, pihak sekolah segera memastikan siswa tersebut mendapatkan penanganan medis. Guru yang bersangkutan juga langsung mendatangi Rumah Sakit Budi Rahayu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

"Seluruh biaya untuk pengobatan ditanggung oleh pelaku tanpa BPJS," ungkap Maskur.

Masih Dirawat RS

Dia menyebut korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pada Minggu, pemeriksaan dilakukan oleh dokter jaga. Pihak sekolah kemudian berharap korban bisa diperiksa dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) karena terdapat darah yang keluar dari telinganya.

"Hari Minggu itu yang ada dokter jaga, padahal kami berharap ada dokter THT, karena itu ada di telinga. Maka hari ini baru akan diperiksa oleh dokter THT. Hari ini anaknya masih di rumah sakit," ujarnya.

Maskur mengaku telah mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi korban secara langsung. Dia menyebut tidak menemukan luka yang tampak dari luar, tetapi membenarkan adanya darah yang sempat keluar dari telinga korban.

"Kalau luka yang tampak di luar enggak ada. Saya sudah memastikan datang ke rumah sakit. Saya sudah menengok yang dinyatakan dalam berita 'memar di tangan'. Setelah saya tanya, tidak ada pemukulan di tangan, hanya memang dari telinganya keluar darah," jelasnya.

Terkait tindakan terhadap guru yang bersangkutan, Maskur mengatakan pihak sekolah telah melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Dia menyebut dirinya bersama guru tersebut mendatangi Dinas Pendidikan pada Minggu sore untuk mengikuti pembinaan bersama. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah dan dinas menyampaikan bahwa akan ada sanksi yang harus diterima oleh guru tersebut.

"Kami dan Dinas Pendidikan sedang menyampaikan keputusan bahwa ada sanksi yang harus diterima oleh pelaku, untuk dapat menerimanya dengan baik," kata Maskur.

Meski demikian, Maskur menyebut proses penanganan terhadap guru tersebut masih berjalan. Pihak sekolah masih melakukan konfirmasi untuk memastikan langkah yang akan diambil selanjutnya.

"Belum. Kita masih dalam proses untuk tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan. Harus terus ada konfirmasi yang jelas dan pasti," imbuhnya.

Sementara itu, terkait kondisi korban, Maskur mengatakan dirinya telah mendatangi rumah sakit. Dari pemeriksaan secara kasatmata, tidak terlihat luka pada bagian luar tubuh korban. Namun, darah memang sempat keluar dari telinga korban.

"Saya sudah memastikan datang ke rumah sakit. Saya sudah menengok yang dinyatakan dalam berita 'memar di tangan', itu setelah saya tanya tidak ada pemukulan di tangan. Hanya, tapi memang dari telinganya keluar darah," tuturnya.

Dia mengatakan korban masih berada di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter THT.

"Hari ini baru akan diperiksa oleh dokter THT. Hari ini anaknya masih di rumah sakit," imbuhnya.




(afn/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork