Kebakaran di Gunung Pakuwaja, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dinyatakan padam. Akibatnya, sekitar 5 hektare lahan di hutan lindung hangus.
"Alhamdulillah yang Pakuwaja tadi malam menyala pagi ini tidak ada tanda-tanda asap alias sudah padam. Luas lahan terbakar kurang lebih 5 hektare," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (22/10/2026).
Diketahui kebakaran di Gunung Pakuwaja terjadi pada Rabu (21/10) sore. Sekitar 50 personel diterjunkan di lokasi untuk upaya pemadaman. Sabarno menerangkan, malam tadi petugas ditarik turun sekitar pukul 21.00 WIB. Hal tersebut dilakukan lantaran medan yang curam, angin kencang, dan membahayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semalam belum padam karena kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi terus medan cukup terjal, angin kencang, semalam operasi dihentikan," terangnya.
Baca juga: Gunung Pakuwaja Wonosobo Terbakar |
Meski telah padam, Sabarno menyebut personelnya masih berjaga di lokasi untuk bersiaga dan memastikan tidak ada titik api. Adapun proses pemadaman digunakan alat manual seperti sabit untuk menyekat api.
"Dari pagi masih di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api," ucapnya.
Sabarno menuturkan, lahan yang terdampak merupakan hutan lindung di petak 7 hingga 4. Ketinggian lokasi yakni 2242 meter di atas permukaan laut (MDPL).
"Lokasi kejadian di hutan lindung petak 7-4 di 2242 MDPL," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Sabarno menyebut kebakaran tidak hanya melanda Gunung Pakuwaja kemarin.
"Itu kemarin sudah kebakar terus dipastikan padam kemarin (Senin). Ini malah sore ini kebakar lagi," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/10) pukul 19.47 WIB.
Sabarno menyebut kebakaran tersebut diduga lebih besar dibanding kemarin. Terlebih 50 personel yang diterjunkan malam ini kesulitan memadamkan api lantaran angin cukup kencang.
"Malah lebih hebat dari yang kemarin. Ini masih sulit untuk memadamkan karena angin cukup kencang dan banyak yang kering di sana," terangnya.
Adapun kesulitan lainnya yakni medan yang cukup sulit. Petugas pun melakukan penyekatan agar api tidak merambat.
"Di samping itu medannya cukup curam. Hanya menjangkau yang bisa dijangkau saja untuk penyekatan," sebutnya.
