Sebanyak 23 warga Tidarsari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, diduga keracunan siomai yang dihidangkan di acara pertemuan Rukun Tetangga (RT). Begini kronologi kejadiannya.
Senin, 19 Oktober 2026
Salah satu warga Tidarsari, Dian Pevitasari (39) mengatakan siomai itu dihidangkan dalam acara arisan untuk bapak-bapak pada Senin (19/10) malam.
"Arisan RT. Karena balainya pas kotor, terus di serambi musala (Senin malam). Yang ketempatan yang mesan siomai. Karena yang ketempatan rumahnya dikontrak sama penjual siomai. Terus biasanya bakso, ini diganti siomai malah jadi ada kejadian ini," kata Dian, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat bungkusan dari tuan rumah mau dikasihkan ke anak. Tapi, anak saya sudah makan, terus saya makan. Makannya hari Senin (19/10) jam 21.00 WIB," imbuh dia.
Sementara itu salah satu korban keracunan, Agus Raihan, mengatakan dirinya menyantap siomai itu sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (19/10). Dia mulai mengalami gejala keracunan keesokan harinya.
Selasa, 20 Oktober 2026
Usai menyantap suguhan siomai itu, Dian mengaku mengalami diare pada Selasa (20/10) pagi. Sorenya, ia merasa sakit dan pusing.
"Paginya diare. Mulai diare Selasa (20/10) pagi, habis subuh. Jam 15.30 WIB, sudah mulai sakit sama pusing," ujar dia.
Senada disampaikan Agus. Agus mulai mengalami mual dan mulas pada Selasa (20/10) sore.
"Saya paginya nggak apa-apa. Tapi sorenya merasa dingin seperti masuk angin, terus minta istri ngeroki. Tapi, lama kelamaan malah mual, mules, dan saya nggak bisa apa-apa," ucap Agus.
Warga yang mengalami gejala keracunan kemudian dibawa ke puskesmas dan RSUD Tidar Kota Magelang. Biaya perawatan mereka ditanggung Pemkot Magelang.
Rabu, 21 Oktober 2026
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan ada 23 warga Tidarsari yang mengalami gejala keracunan.
"Jadi ada 23, yang rawat inap ada tiga. Tiga itu, 2 dewasa dan 1 anak-anak. Yang 20 sudah pulang ke rumah," kata Damar kepada wartawan di RSUD Tidar, Rabu (21/10/2026).
"(Sampel makanan) Sudah (diambil), tadi (dibawa) ke lab tinggal menunggu hasilnya. Insyaallah nanti malam atau besok pagi sudah ada keterangannya," sambungnya.
Damar juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Magelang agar selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana mengatakan pihaknya telah mengambil sampel menu siomai itu.
"Kami melakukan penyelidikan dan menunggu hasil uji lab," kata Iwan saat dihubungi wartawan, Rabu (21/10/2026).
