Guru Terekam Indehoy Masih Ngajar, Warga Geruduk Kantor Bupati Pekalongan

Guru Terekam Indehoy Masih Ngajar, Warga Geruduk Kantor Bupati Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 11 Sep 2026 13:21 WIB
Warga Desa Langkap saat menggeruduk kantor Bupati Pekalongan, Jumat (11/9/2026). Mereka menuntut kepala sekolah dan guru SD yang terekam berhubungan seks dipecat.
Warga Desa Langkap saat menggeruduk kantor Bupati Pekalongan, Jumat (11/9/2026). Mereka menuntut kepala sekolah dan guru SD yang terekam berhubungan seks dipecat. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Puluhan warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menggeruduk Kantor Bupati Pekalongan. Mereka menuntut kepala sekolah dan guru inisial DA dan EH, yang terekam CCTV berhubungan seks di lingkungan sekolah di Langkap itu dicopot.

"Kami mendesak pelaku asusila untuk di-PTDH. Pecat dengan tidak hormat, pecat dari ASN. Karena kalau tidak dipecat, masih menjabat, masih sebagai PNS atau ASN, masih mendapatkan tunjangan. Justru itu akan mencoreng pemerintah kita, mencoreng Kabupaten Pekalongan," kata koordinator aksi, Muhamad Hadi Yusuf, ditemui di lokasi, Jumat (11/9/2026).

Pantauan detikJateng, massa tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kholid. Sejumlah spanduk dibentangkan, di antaranya bertuliskan 'Kami Menuntut PTDH', 'Guru Bejat Tidak Pantas Jadi Manusia', hingga 'Pecat Kepala Sekolah Zina'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadi mengritik Pemkab Pekalongan yang disebutnya kurang tegas. Pasalnya, aksi mesum kepsek dan si guru itu terjadi di lingkungan sekolah yang merupakan tempat pendidikan serta pembentukan karakter anak.

ADVERTISEMENT

"Menurut kami pemerintah daerah kurang tegas. Padahal itu kan asusila, dilakukan di sekolah. Bahkan Plt sudah menyampaikan, Pak Sekda juga sudah tahu. Terus kenapa sampai lama? Ini menjadi pertanyaan," ujarnya.

Hadi mengungkapkan, warga sudah mengetahui hubungan kedua tenaga penddik tersebut sebelum video berdurasi 21 detik viral di media sosial.

"Pelaku mesum di lingkungan sekolah, ini kejadian sudah lama satu tahun yang lalu. Baru ada bukti Agustus kemarin," ungkapnya.

Ia juga menyebut informasi semakin kuat setelah seorang wali murid mengaku mendapat cerita dari anaknya yang bersekolah di SDN 2 Langkap.

"Sebagian sudah mengetahui. Disampaikan oleh wali murid, anaknya sebagai murid SD Langkap 02 pernah memergoki. Bahkan ketika memergoki, dibalas dengan kepalan tangan (oleh kepsek)," katanya.

Hadi menyebut warga dan komite sekolah telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

"Setahu saya, saya ke Dindik tanggal 2-4 Agustus. Tetapi Dindik sudah mengetahui. Disampaikan sejak awal Agustus sudah mengetahui," jelasnya.

"Kalau hasilnya ini tidak sesuai yang diharapkan dalam tujuh hari ini, berarti ada yang kurang beres kalau menurut kami. Hajat kami ini tindakan susila yang luar biasa. Jangan mencemarkan nama baik warga Pekalongan, desa kami khususnya, mencoreng nama guru, dunia pendidikan, dan pemerintah," lanjutnya.

Guru Masih Mengajar

Ditemui terpisah, Kepala Dindikbud Kholid mengutarakan, guru perempuan yang terekam ngeseks dengan pak kepsek itu ditempatkan di wilayah Doro. Statusnya masih aktif mengajar.

"Yang perempuan kita keluarkan atau dibuat surat tugas ada di wilayah Doro. Masih aktif," katanya.

Diketahui rekaman itu viral setelah diunggah di media sosial, salah satunya akun Facebook Pekalongan Berita. Dalam rekaman CCTV, terlihat kepsek dan guru SD tersebut berhubungan badan di kursi sebuah ruangan.

"VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni," tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.

Padahal, menurut Kholid, masing-masing diketahui sudah menjalin rumah tangga. Kabar keduanya menjalin hubungan khusus sedianya sudah lama tercium oleh guru dan karyawan di SD setempat. Bahkan, bisa dibilang terlalu vulgar.

Untuk membuktikan aktivitas hubungan khusus tersebut, sekolah memasang CCTV.

"Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar," kata Kholid, Jumat (4/9).



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads