SPPG Gembong Pati 1 Disetop Buntut Ratusan Murid Keracunan MBG

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 10 Sep 2026 12:39 WIB
Antrean mobil ambulans menjemput siswa yang diduga keracunan MBG di SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Pemerintah Kabupaten Pati menutup sementara SPPG Pati Gembong 1 setelah ratusan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Penutupan dilakukan selama 3 bulan ke depan.

"Per kemarin (Rabu) di-suspend dulu kita teliti dari awal, biar tidak ada trauma lagi tentang MBG," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo, kepada wartawan ditemui di RSUD Pati, Kamis (10/9/2026).

Joko menjelaskan penutupan sementara ini dilakukan minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan. SPPG tersebut pun sementara dilarang memproduksi MBG.

"Minimal 3 bulan paling lama 6 bulan, kemudian ada pemeriksaan ulang dari Dinas Kesehatan tentang persyaratan awal lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Joko, Dinkes akan melakukan evaluasi terhadap SPPG yang memproduksi MBG tersebut.

"Kita teliti lagi apakah dia layak untuk kemudian berizin lagi karena sementara di-suspend, pending dulu ya tidak boleh produksi lagi karena masih pengawasan," jelasnya.

Menurutnya Dinkes Pati selalu mengingatkan SPPG agar selalu memperhatikan durasi penyimpanan MBG tidak lebih dari 4 jam. Sebab jika lebih berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri.

"Sebetulnya sudah rinci, kalau makanan sendiri itu setelah di-packing 4 jam, karena nasi setelah 4 jam tertutup sudah ngiler (berlendir) menjadi kuman macam-macam berkembang. Mestinya setelah 4 jam ini rentan," jelasnya.

"Selalu kita dengungkan hal-hal seperti ini tidak boleh diabaikan oleh SPPG," Joko melanjutkan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo mengatakan secara keseluruhan ada 259 siswa yang mengalami mual hingga diare setelah menyantap MBG pada Selasa kemarin.

"Ada secara global dari korban pagi ini 259 bergejala ada mual dan lain-lain," jelasnya ditemui di RSUD Pati.

Joko mengatakan ada 48 siswa yang masih dirawat di rumah sakit. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit. Selain itu ada 138 siswa yang menjalani rawat jalan.

"Yang rawat inap itu ada 48 siswa. RSUD Soewondo ada 23 pasien, RS Mitra Bangsa 12 pasien, KSH 12 pasien dan RS Fastabiq 1 pasien, sedangkan pasien rawat jalan ada 138 siswa," terang dia.



Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"

(apu/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork