Polisi Periksa SPPG Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG di Pati

Polisi Periksa SPPG Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG di Pati

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 12 Sep 2026 06:31 WIB
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG. Foto: Edi Wahyono
Solo -

Polisi turun tangan setelah ratusan siswa di Kecematan Gembong, Kabupaten Pati diduga keracunan usai Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak SPPG sudah dimintai keterangan oleh Polresta Pati.

"Saksi dari siswa, dan SPPG yang telah kita periksa, kita sampaikan nanti informasi yang lebih lanjut. Kita masih proses penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama ditemui di Polresta Pati, Jumat (11/9/2026).

Dia menegaskan penyelidikan sedang dilakukan. Selain memeriksa saksi, sampel dari menu MBG yang diduga memicu keracunan juga dilakukan uji laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga sudah ambil sampel makanan dan sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji labfor," jelasnya.

Ditanya terkait proses penetapan tersangka dalam peristiwa itu, Dika kembali menegaskan kalau penyelidikan masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

"Kami masih melakukan penyelidikan," imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan dari sejumlah sekolah di Gembong, Pati bertambah pada hari Jumat (11/9). Korban yang sebelumnya berjumlah 259 orang menjadi 401 orang dan berasal dari 4 sekolah serta 1 posyandu.

"Jumlah korban dugaan keracunan makanan MBG dari SPPG Gembong 1 yang bergejala total ada 401 per pagi ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo saat dihubungi, Jumat (11/9).

Dari data hari Jumat kemarin, ada 48 orang yang dirawat di rumah sakit. Kemudian 319 orang rawat jalan, dan sisanya sudah membaik setelah diobati

"RSUD ada 10 pasien, RS Mitra Bangsa ada 15 orang, RS KSH ada 20 orang, RS Fastabiq ada 3 orang," jelas Luky terkait jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Dari jumlah tersebut ternyata di antaranya ada balita dan ibu menyusui. Mereka menerima fasilitas MBG di posyandu.

"Yang rawat inap anak usia 2 tahun ada 1 anak, selain itu ada yang rawat jalan penerima B3 (ibu-ibu menyusui)," kata Luky.



(alg/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads