1 Santri Ponpes Cilacap Keracunan MBG Masih Dirawat

Anang Firmansyah - detikJateng
Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB
Ilustrasi Makan Siang Gratis (Foto: Antara Foto/Andry Denisah)
Cilacap -

Sejumlah santri pondok pesantren putri di wilayah Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kondisinya sudah membaik. Dari 22 santriwati yang sempat dirawat di RSUD Cilacap, kini tinggal satu yang masih menjalani perawatan.

"Dari 40 santri dan 1 pengasuh yang masuk IGD RSUD Cilacap, 22 rawat inap dan 19 Rawat Jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, Hasanuddin saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (1/5/2026).

"Sampai dengan pagi ini, yang 22 rawat inap alhamdulillah sudah pulang 21 orang, sehingga tinggal 1 orang yang dirawat," lanjut dia.

Hasan melanjutkan satu pasien yang dirawat baru masuk pada Kamis (30/4) pagi. Santri ini masih merasakan gejala mual dan pusing sehingga belum dibolehkan pulang.

"Keluhan relatif sama. Sakit perut, mual dan pusing. Yang satu ini baru masuk kemarin pagi," terangnya.

Sementara itu, Hasan menambahkan hingga saat ini penyebab dugaan keracunan masih belum diketahui. Namun Dinkes Cilacap telah mengirim sampel menu MBG yang disajikan pada hari Selasa (28/4) ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

"Masih menunggu (hasil pemeriksaan menu MBG). Ya mas dibawa ke Labkes Semarang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan santri di pondok pesantren putri Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, mengalami gejala keracunan hingga dirawat di rumah sakit. Sebelum kejadian, para santri itu disebut sempat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu (29/4) siang.

"Jadi kami dapat informasi dari pesantren putri itu mulai kemarin siang. Mengeluh sakit perut, mual, muntah, ada yang diare. Kami dari Dinkes dan Puskesmas langsung ke sana, termasuk dari balai karantina kesehatan, melakukan pengecekan dan mengambil sampel makanan," kata Hasanuddin saat dihubungi detikJateng, Kamis (30/4/2026).

Sejumlah santri itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat itu ada 29 santri yang sempat menjalani perawatan di RSUD Cilacap.

"Anak-anak yang ada keluhan kemudian dikirim ke RSUD, ada 29 anak. Dari jumlah itu, 8 anak boleh pulang dan rawat jalan. Sedangkan 21 lainnya dirawat inap. Mereka sudah mulai merasakan keluhan itu sejak Selasa (28/4) malam," ujarnya.

Disinggung mengenai penyebab kejadian tersebut, Hasanuddin mengatakan para santri sebelumnya memang sempat mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, dia menambahkan, para santri juga mengonsumsi makanan lain dari lingkungan pesantren.

"Anak-anak itu dapat MBG, tapi mereka juga konsumsi yang lain selain MBG, karena kan anak pesantren," kata dia.



Simak Video "Video Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan Menu MBG "

(apl/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork