Tukang Cat Tewas Tersetrum Usai Tertimpa Besi di Grobogan

Tukang Cat Tewas Tersetrum Usai Tertimpa Besi di Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 02 Mei 2026 20:13 WIB
TKP pemuda tewas saat bekerja sebagai tukang cat di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (2/5/2026).
TKP pemuda tewas saat bekerja sebagai tukang cat di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (2/5/2026). Foto: Dok Polres Grobogan
Grobogan -

Seorang pemuda tersetrum saat bekerja sebagai tukang cat di proyek pembangunan gedung koperasi Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Ia dinyatakan meninggal dunia usai dilarikan ke Puskesmas.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) pukul 09.45 WIB dan dilaporkan ke Polsek Gubug pukul 10.30 WIB.

Korban diketahui bernama Dhamar Pandu Wicaksono (17), warga Jalan Durian RT 8 RW 1, Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Grobogan. Arif menjelaskan korban bersama dua orang lain saat itu sedang mengecat gedung koperasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban bersama saksi 1 dan saksi 2 sedang bekerja mengecat di koperasi," kata Arif saat dihubungi detikJateng, Sabtu (2/5/2026).

Arif menjelaskan korban kemudian mengangkat dan berniat memindahkan besi hollow yang rencananya hendak digunakan sebagai rangka atap koperasi. Nahas besi itu meleset dan mengenai dada korban dan membuat korban terjatuh.

ADVERTISEMENT

"Pada saat korban mengangkat rangka atap besi, tiba-tiba besi mleset dan jatuh mengenai dada korban. Setelah itu dibantu oleh saksi I dan saksi II untuk mengangkat rangka besi, sementara korban jatuh ke tanah dengan posisi tertelungkup," jelas Arif.

Arif menuturkan rangka atap besi itu ternyata menindih kabel gerinda yang terkelupas dan masih tertancap di stop kontak. Salah satu saksi kemudian melepas seluruh aliran listrik di gedung.

"Setelah diteliti, ternyata salah satu ujung dari rangka atap bangunan tersebut menindih alat gerinda listrik yang kabelnya terkelupas dan masih tersambung di stop kontak, setelah itu saksi 2 melepas semua aliran listrik yang berada di area pembangunan koperasi merah putih tersebut," ujar Arif.

Setelah itu, kedua orang saksi bergegas melarikan korban ke Puskesmas. Namun nahas korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Kemudian saksi 1 dan saksi 2 membawa korban ke Puskesmas Gubug 2 untuk mendapatkan pertolongan, sesampainya di Puskesmas Gubug 2 korban meninggal dunia," ungkap Arif.

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Arif menuturkan korban diduga tewas akibat tersetrum listrik.

"Korban tewas diduga karena tersengat arus aliran listrik," pungkas Arif.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads