Semarang Night Carnival dihelat di sepanjang Jalan Pemuda hingga Simpang Lima di Kota Semarang pada Sabtu (2/5/2026) malam. Acara tersebut terpaksa dibubarkan karena diguyur hujan deras dan direncanakan untuk dijadwalkan ulang.
Pantauan detikJateng di lokasi pada malam ini, tampak Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan sambutannya pada pukul 18.49 WIB.
Usai memberikan sambutan, Agustina dan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dan tamu lainnya membuka acara dengan menabuh drum. Saat itu, hujan deras mengguyur lokasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 19.10 WIB, defile Akademi Polisi (Akpol) menampilkan drum band. Tampak ratusan anggota Akpol memainkan perkusi dan ditutup dengan barisan mayoret.
Selanjutnya, tampak satu defile memperagakan tarian dengan kostum bernuansa Toraja. Mereka tampak menari di depan tamu VVIP.
Tak lama setelah itu, sebuah band menampilkan lagu Heal The World ciptaan Michael Jackson. Selanjutnya, dua MC mengucapkan terima kasih dan berpamitan.
"Kami pamit undur diri," kata kedua MC tersebut.
Lantas, masyarakat yang menonton berangsur balik. Setelah itu, tamu Agustina hingga tamu VVIP juga ikut undur diri.
Seorang warga asal Ngaliyan, Putri (24), menerangkan dirinya berangkat bersama seorang anaknya yang masih bayi dan suaminya. Dia mengatakan dirinya menonton acara tersebut di depan Balai Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah.
Dia pun merasa kecewa dengan dibatalkannya acara tersebut. Meski begitu, dia berpendapat dibatalkannya acara tersebut lantaran hujan
"Langsung pulang saja, hujan, kasihan sama anak. (Kecewa) Iya, soalnya kan jauh-jauh pertama kali mau lihatin anak," kata Putri.
"Karnaval satu tahun sekali kan. Ini kan ditunggu-tunggu," lanjutnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Agustina meminta maaf karena harus menunda acara tersebut. Acara ditunda karena hujan deras.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas penundaan event Semarang Night Carnival pada malam hari ini. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi tidak memungkinkan kegiatan dilaksanakan secara aman," kata Agustina.
"Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan warga, peserta, maupun petugas di lapangan," tegasnya.
Agustina mengatakan, pihaknya memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak.
"Keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, pengisi acara, serta masyarakat yang hadir menjadi prioritas utama kami," tegas Agustina.
"Kami memahami besarnya antusiasme masyarakat. Namun dalam situasi seperti ini, keselamatan harus menjadi yang utama. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga Kota Semarang," lanjutnya.
Pemkot Semarang dan panitia pun sedang mengkaji penjadwalan ulang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini," pungkas Agustina.
(afn/afn)
