Seorang pengendara motor nekat menerjang jalan yang baru dicor ramai diperbincangkan di media sosial dan viral. Pemotor yang diketahui bernama Agus Sutrisno itu nekat melewati pembangunan jalan cor yang masih basah di ruas jalan Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Dalam video yang beredar di media sosial dan di grup WhatsApp terlihat seorang pemotor melewati jalan cor yang masih dalam kondisi basah. Agus tidak hanya melewati sekali, namun beberapa kali. Kejadian itu pada hari Jumat (20/2) sekira pukul 13.00 WIB.
Dalam potongan video lain, Agus terlihat sempat marah-marah kepada petugas proyek. Agus mempertanyakan transparansi anggaran proyek. Saat awak media mendatangi rumah Agus, dia mengaku tidak sengaja melakukan hal tersebut.
"Kalau ada orang ngomong saya merusak dan lain sebagainya, saya tidak merasa," jelas Agus saat ditemui di rumahnya di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Sabtu (21/2/2026).
Agus berdalih aksi yang dia lakukan mulanya ingin mempertanyakan terkait transparansi pengerjaan proyek beton tersebut. Harus sesuai dengan regulasi yang ada.
"Saya minta ketransparannya saja. Transparan. Ya sesuai regulasi. Kalau memang regulasinya sudah jelas untuk terkait pekerjaan, ya monggolah. Itu dikerjakan," jelas dia.
Transparan yang dimaksud adalah tentang realisasi rencana anggaran belanja (RAB) yang ditampilkan dalam papan informasi proyek.
"Transparan terkait pekerjaan toh. Pekerjaan itu kan paling ndak ada RAB-nya. Misalnya untuk keterkaitan harus ada papan informasi. Nah, terus ada rambu-rambu keterkaitan, kalau mau blokade itu ada izin tertulisnya dari dinas-dinas terkait," jelasnya.
Dia mengaku sempat mempertanyakan tentang izin blokade jalan. Tetapi, pelaksana proyek tidak bisa menunjukkannya.
"Saya tanya pada waktu itu dia tidak bisa menunjukkan," beber Agus.
Agus mengaku melewati jalan cor tersebut karena hendak menjemput kepala desa untuk mempertanyakan izin blokade jalan. Di mana jalan yang masih dikerjakan itu satu jalur dengan rumah kepala desa. Agus tidak mau lewat jalan yang memutar.
"Saya jemput (kades) aja gitu. Saya lewat, normatif toh, kalau itu jalan umum. Kalau memang bahasa dia, saya merusak, saya tidak ada indikasi merusak. Saya lewat. Memang itu jalan umum," ucap Agus.
"Ya spontan, karena mau jemput pak kades. Kalau soal cor-coran gini, dia kan saya tanya terkait perizinannya blokade tidak bisa jawab. Lah kita spontan mau ke rumah Pak Kades daripada saya ambil jalan lain, jauh, ya tetap kita lewat situ toh. (Sengaja lewat jalan cor?) tidak ada. Real tidak ada unsur kesengajaan tidak ada," imbuhnya.
Agus mengaku sempat beradu argumen dengan pelaksana proyek.
"Ya kalau argumen sih ada. Itu mungkin biasanya kita miskomunikasi atau gimana kita juga enggak tahu. Yang penting dia tanya saya jawab, saya tanya ya harus dijawab dia gitu aja," kata Agus.
Dalam video beredar, di jalan itu terdapat beberapa bekas ban motor yang menunjukkan jalan tersebut dilintasi beberapa kali. Tetapi, Agus membantahnya. Ia mengaku hanya sekali lewat saja.
"Kalau masalah terkait bolak balik gini, kita mau balik lewat mana lagi? Misal ke arah rumah kades, lha rumah saya kan di sebelah barat, dari kebalikan itu, saya lewat mana kalau tidak balik? Gitu. Satu kali ya, maju mundur gitu aja kurang lebihnya," jelasnya.
Sebagai informasi, terdapat proyek jalan rigid, peningkatan jalan Turirejo-Palom-Nglobo Kecamatan Jepon/Jiken dengan anggaran Rp 1,198 miliar. Dikerjakan oleh kontraktor dari CV Meteor Jaya. Dana proyek tersebut berasal dari APBD Kabupaten Blora, dengan panjang 502 meter dan lebar 4 meter, dengan ketinggian 25 sentimeter. Adapun proyek dikerjakan selama 90 hari kalender, dimulai 5 Februari sampai 5 Mei 2026.
Pelaksana proyek, Hermawan Susilo, mengatakan bahwa dirinya awalnya tidak mengetahui. Tiba-tiba Agus datang menghadang truk melon atau kendaraan pengaduk semen (mixer), menggunakan motornya.
"Saya juga awalnya enggak tahu Mas, dia tiba-tiba datang terus 'malangke' kendaraannya depan mixer. Sehingga mixer saya kan terhambat penuangan betonnya," jelas Hermawan.
Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
(apl/apl)