Pekalongan - Kirab 5 Ribu Tangkir Bubur Sura digelar di Pekalongan Minggu (12/7) malam. Ribuan warga yang memadati kawasan festival untuk menyaksikan dan makan bersama
Meriahnya Kirab 5 Ribu Tangkir Bubur Sura di Pekalongan
Sepanjang Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan hingga lapangan, dipenuhi ribuan warga yang memadati kawasan festival untuk menyaksikan puncak sekaligus penutupan Syafaat Festival Bubur Sura 2026, Minggu (12/7/2026) malam.
Proses memasak Bubur Sura membutuhkan waktu sekitar lima jam karena menggunakan campuran daging dan bumbu kare yang harus terus diaduk. Saat ini terdapat sekitar 16 juru masak yang setiap bulan Sura menerima pesanan bubur dari berbagai daerah.
Kirab dimulai dari Balai Kelurahan Krapyak menuju lokasi festival di lapangan dengan jarak sekitar 200 meter. Belasan peserta membawa gunungan Bubur Sura yang diiringi musik tradisional dan doa bersama. Sepanjang rute, masyarakat telah memadati sisi jalan untuk menyaksikan prosesi yang berlangsung meriah.
Tradisi tahunan yang sarat makna ini ditutup dengan kirab 5 ribu tangkir Bubur Sura yang menjadi daya tarik utama sekaligus simbol kebersamaan masyarakat.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menilai Festival Bubur Sura terus berkembang dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya hanya menjadi tradisi sederhana di lingkungan warga, kini festival tersebut mampu menarik ribuan pengunjung, termasuk dari luar daerah.
