Konflik yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo tak kunjung usai. Bahkan, perseteruan keluarga ningrat itu terjadi di depan publik.
Bahkan, kericuhan juga terjadi saat kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Keraton Solo pada Minggu (18/1). FAdli Zon menyaksikan langsung keributan itu di depan matanya.
Fadli Zon Diprotes Kubu PB XIV Purbaya
Kedatanga Fadli Zon ke Keraton tersebut dalam rangka menyerahkan SUrat Keputusan Menteri Kebudayaan soal pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan Keraton Solo. Sesuai rencana, SK itu akan diserahkan kepada Mahamenteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan.
Keributan pecah sejak sebelum Fadli Zon tiba. Terjadi perebutan pintu dari kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya dengan PB XIV Mangkubumi.
Diketahui, PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi saat ini sama-sama mengklaim dirinya sebagai raja usai PB XIII wafat pada November lalu.
Aksi saling dorong hingga adu mulut juga terjadi di antara pendukung kedua kubu. Bahkan, salah satu pihak mengaku dianiaya yang berujung pada laporan ke polisi.
Kericuhan sempat mereda sesaai menjelang Fadli Zon tiba. Aparat terlihat menjaga sekitar lingkungan keraton secara ketat.
Namun, di tengah-tengah penyerahan SK itu, kegemparan kembali terjadi. Salah satu kakak PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay menguasai mimbar dan mikropon dan langsung menyampaikan protes di hadapan publik.
Dia memprotes karena merasa tidak diajak bicara soal penyerahan SK kepada Tedjowulan.
"Karena karena apapun keraton ini Istilahnya kalau rumah itu ada tuan rumahnya dan kami sebagai tuan rumah tidak tidak diberikan atau tidak diberitahu atau tidak memberikan izin untuk acara tersebut. Jadi kami tidak di benar-benar tidak tahu tidak tahu," ungkap Rumbay.
Respons Fadli Zon
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon merespons penolakan penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo oleh pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya. Fadli Zon menegaskan bahwa langkah pemerintah diambil semata-mata demi menjaga kelestarian cagar budaya.
"Kita melihat dari sisi pemerintah, tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini," ujar Fadli Zon usai menyerahkan SK Pelaksana Keraton Solo kepada KGPA Tedjowulan di Sasana Handrawina, Minggu (18/1/2026).
Fadli Zon mengaku sempat berkeliling meninjau area keraton dan menemukan banyak kondisi bangunan yang kurang terawat. Menurutnya, revitalisasi menjadi hal yang mendesak.
Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
(ahr/ahr)