Menbud Fadli Zon Hadiri Halalbihalal Tedjowulan di Keraton Solo

Menbud Fadli Zon Hadiri Halalbihalal Tedjowulan di Keraton Solo

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 26 Mar 2026 15:39 WIB
Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026).
Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Pelaksana Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menggelar acara halalbihalal di Sasana Handrawina, Keraton Solo. Halalbihalal ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Paku Buwono XIV Mangkubumi, dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GRAy Koes Murtiyah atau Gusti Moeng.

Pantauan detikJateng, Fadli Zon tiba di Museum Keraton Solo sekira pukul 12.31 WIB. Fadli Zon langsung meninjau Museum Keraton dan membeli tiket masuk untuk dijadikan koleksi.

Fadli Zon juga menyapa para pengunjung dan meminta masukan untuk Museum Keraton ke depan. Selanjutnya dia meninjau bagian dalam Museum Keraton yang belum direvitalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dari museum, Fadli Zon dan rombongan menuju Sasana Handrawina dan disambut oleh KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Di Sasana Handrawina juga sudah hadir para Sentono hingga Abdi Dalem.

Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026).Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Kemudian, Fadli Zon, Tedjowulan, Paku Buwono XIV Mangkubumi, dan Gusti Moeng berdiri di Sasana Handrawina. Mereka lalu menyalami para hadirin.

ADVERTISEMENT

Sementara itu pihak Paku Buwono XIV Purbaya tidak terlihat, baik di Museum Keraton maupun di Sasana Handrawina. Untuk diketahui, Sri Susuhunan Paku Buwono Empat Belas itu menggelar halalbihalal sendiri di Sasana Narendra.

Fadli Zon meyakini penyelenggara acara halal bihalal sudah mengundang pihak Paku Buwono XIV Purbaya.

"Sudah diundang, pasti diundang, semua diundang," kata dia saat ditanya mengenai ketidakhadiran pihak dari Paku Buwono XIV Purbaya, Kamis (26/3/2026).

Fadli Zon mengatakan bahwa halalbihalal juga dihadiri oleh keturunan dari Amangkurat I hingga keturunan Paku Buwono XIII. Dirinya berharap hari raya Idul Fitri bisa menjadi momentum kerukunan di Keraton Solo.

Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026).Halalbihalal yang digelar Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo dihadiri Menbud Fadli Zon dan PB XIV Mangkubumi, Kamis (26/3/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

"Ada yang dari keturunan Amangkurat juga ya kalau tidak salah, dan Pakubuwono VI, Amangkurat I, II sampai yang terakhir yang ke-XIII. Dan kita berharap silaturahmi ini dalam suasana Idul Fitri sebagaimana disampaikan oleh Panembahan Agung tadi, menjadi momentum untuk kerukunan, untuk keguyuban, dan bagi kami tentu kita berharap upaya untuk merevitalisasi keraton ini didukung oleh semua pihak," terangnya.

Fadli Zon menyebut Keraton Solo tak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia dalam menjaga budaya khusus yang Jawa.

"Kita sama-sama tahu bahwa Keraton Kasunanan Hadiningrat ini adalah sebuah keraton yang sangat penting dalam sejarah bangsa kita, sejarah Indonesia, dalam penjagaan budaya khususnya budaya Jawa," ucapnya.

"Nilai-nilai tradisi dalam perjalanan keraton ini sendiri dari sejak awal di Surakarta dan bahkan sebelumnya, menjadi salah satu pusat ya, bahkan boleh dibilang ini adalah kuku bumi di Jawa. Dan pada kesempatan ini, tentu saya sebagai Menteri Kebudayaan mengapresiasi diselenggarakannya halalbihalal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersama seluruh kerabat dari putra-putri Pakubuwono, bahkan dari yang awal," sambungnya.

Fadli Zon juga berharap rencana revitalisasi Keraton Kulon bisa segera terlaksanakan. Sehingga pengunjung di Keraton Solo bisa semakin banyak.

"Karena ini merupakan amanat dari Undang-Undang Cagar Budaya dan juga saya kira ini pasti akan menjadi kemaslahatan bersama, kebaikan bersama. Seperti yang tadi saya sampaikan dalam sambutan saya, kita berharap keraton kalau sudah direvitalisasi, pengunjung akan banyak, bisa menjadi tempat pusat budaya, pusat kegiatan budaya, pusat tradisi, bahkan juga menjadi wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner, wisata mungkin wastra, banyak ya. Keraton ini amat ekspresif budayanya bisa dikembangkan," pungkasnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads