Misteri Pendaki Yasid Hilang di Bukit Mongkrang

Terpopuler Sepekan

Misteri Pendaki Yasid Hilang di Bukit Mongkrang

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 14:59 WIB
Misteri Pendaki Yasid Hilang di Bukit Mongkrang
Operasi SAR pencarian pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (20/1/2026). Foto: dok. SAR Surakarta
Solo -

Pendaki bernama Yasid Ahmad Firdaus (26) hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Karanganyar sejak Minggu (18/1) lalu. Saat ini, pencarian terhadap warga Karanganyar itu masih dilakukan.

Kalak BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan Yasid mendaki bersama tiga temannya yakni Cahya, Salman dan Riyan pada Minggu (18/1). Rombongan berangkat pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak dalam waktu 1,5 jam.

"Mereka terpisah di atas Pos 3, dengan formasi pertama Salman, kedua Cahya, ketiga survivor, dan keempat Riyan. Salman dan Cahya menunggu kedua rekannya di basecamp, dan yang datang hanya Riyan di posisi barisan paling belakang. Karena itu mereka melaporkan ke petugas basecamp jika survivor belum kembali," jelasnya saat dihubungi detikJateng, Senin (19/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kemudian melakukan pencarian. Pencarian saat itu tak mendapati hasil.

ADVERTISEMENT

Pendakian ke Mongkrang Ditutup Sementara

Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo mengatakan, jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup sementara untuk memaksimalkan proses pencarian.

"Pendakian Bukit Mongkrang kami tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saat ini jajaran TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Gabungan Relawan dan Basarnas masih melakukan proses pencarian terhadap salah satu survivor yang sebelumnya dilaporkan belum kembali," kata Joko.

Pencarian Diperluas hingga Gunakan Anjing Pelacak

Hingga Kamis (22/1) Yasid belum juga ditemukan. Kasubsie Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, mengatakan operasi pencarian telah melibatkan 150 personel gabungan.

Relawan gabungan melakukan penyisiran open grid, dan menggunakan peralatan vertikal untuk di lokasi tebing yang dicurigai menjadi titik rawan. Pencarian juga menggunakan drone dan anjing pelacak.

"Pemantauan udara menggunakan drone, yang didukung oleh bantuan dari Bea Cukai. Selain itu, tim K-9 juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian di jalur-jalur yang sulit dijangkau," kata Basuki saat dihubungi awak media, Kamis (22/1/2026).

"Area pencarian diperluas dari radius awal 300 meter, menjadi hingga 1 kilometer dari titik terakhir korban diduga berada," ujarnya.

Orang Tua Korban Bantu Cari

Basuki menyebut, orang tua korban sempat ikut naik ke lokasi pencarian, meski hingga kini belum diketahui secara pasti keberadaan Yasid.

"Pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari sesuai aturan perundang-undangan, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan perpanjangan waktu apabila masih dibutuhkan. Semoga sebelum tujuh hari sudah ditemukan," pungkasnya.




(afn/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads