Tedjowulan Ungkap Alasan Pasang Baliho di Keraton Solo, Singgung SK Menbud

Tedjowulan Ungkap Alasan Pasang Baliho di Keraton Solo, Singgung SK Menbud

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 08 Jun 2026 12:07 WIB
Baliho gambar Menbud Fadli Zon-Tedjowulan yang terpasang di sebarang baliho PB XIV Mangkubumi, Minggu (7/6/2026).
Baliho gambar Menbud Fadli Zon-Tedjowulan yang terpasang di sebarang baliho PB XIV Mangkubumi, Minggu (7/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Baliho bergambar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Pelaksana Pelestari Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan beserta Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), Gusti Moeng terpampang di kawasan Gladak. Baliho itu disebut dipasang untuk mempublikasikan SK penunjukan Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo.

Melalui juru bicara, Kanjeng Pakoenegoro, mengatakan sesuai arahan Kementerian Kebudayaan agar mengutamakan revitalisasi di Keraton Solo. Untuk itu, perlu dipublikasikan ke masyarakat.

"Sesuai arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengutamakan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka publikasi yang baik menjadi prioritas," kata Kanjeng Pakoenegoro dihubungi detikJateng, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai baliho yang terpampang di Gladak, Pakoenegoro menyebut merupakan salah satu wadah untuk publikasi usai terbitnya SK Kementerian Kebudayaan no 8 tahun 2026. SK tersebut merupakan penunjukan Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo.

ADVERTISEMENT

"Baliho yang di dalamnya terdapat foto Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Gusti Tedjowulan dan Gusti Moeng merupakan salah satu wahana publikasi atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026," ungkapnya.

Ke depan, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan baik.

Selain baliho tersebut, ia menyebut bahwa akan ada baliho tambahan untuk publikasi yang memuat perkembangan proyek fisik maupun agenda kebudayaan.

"Ke depan, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," tuturnya.

Langkah ini diambil agar masyarakat, khususnya warga Solo dan wisatawan, bisa mendapatkan informasi yang transparan serta melek terhadap perkembangan penataan keraton.

"Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, baliho bergambar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Pelaksana Pelestari Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan beserta Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Moeng terpampang di Kawasan Gladak. Baliho itu diketahui telah terpasang Sabtu (6/6).

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan pemasangan baliho bertuliskan 'Karaton Surakarta Wajib Dilestarikan' di kawasan Gapura Gladak harus dilihat sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali hubungan antara keraton dan negara.

Eddy menegaskan bahwa hubungan strategis antara Keraton Solo dan Pemerintah RI kini dijembatani melalui Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, aspek kebudayaan merupakan pilar penting dalam sistem pertahanan nasional yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Ini adalah menyambungkan hubungan keraton dengan negara, keraton dengan pemerintah. Memang dimulai dari Kementerian Kebudayaan, tetapi jangan lupa bahwa di antara elemen-elemen penting pertahanan negara, pertahanan budaya justru menempati posisi yang sangat penting," ujar Eddy Wirabhumi melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (7/6).



(afn/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads