Tanjakan Gombel Semarang Dikenal Horor, Benarkah Sarang Wewe Gombel?

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 30 Sep 2025 22:10 WIB
Penampakan Tanjakan Gombel di Semarang, Selasa (30/9/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Tanjakan Gombel di Semarang sejak lama dikenal sebagai jalur angker. Banyak cerita warga sekitar dan pengendara yang melintas mengaku melihat penampakan. Tak heran, lokasi ini lekat dengan mitos 'wewe gombel'.

Wewe Gombel adalah sosok perempuan tua berambut panjang dalam cerita rakyat Jawa. Konon, ia menculik anak-anak yang telantar atau tak terurus. Nama Gombel kemudian melekat karena diyakini menjadi tempat bersemayamnya makhluk halus tersebut.

Tanjakan Gombel terletak di Kelurahan Tinjokoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Tanjakan itu memang dikelilingi hutan kota sehingga membuat kesan angker makin terasa. Terlebih sejuknya pepohonan membuat hawa terkesan dingin.

Warga yang tinggal puluhan tahun di sekitar Gombel berinisial FB (52), mengaku sudah sejak kecil hidup di kawasan tersebut. Ia tak menampik bahwa cerita mistis memang sering terdengar dari orang luar.

"Kalau orang baru atau pendatang sering bilang lihat hantu, dijegal, atau ada ular besar lewat. Tapi saya sendiri lahir di sini, belum pernah ngalami," kata FB kepada detikJateng di rumahnya, Selasa (30/9/2025).

"Ceritanya yang paling hangat ada yang lihat ular besar, yang kalau dikira-kira ya nggak mungkin ada ular sebesar itu," lanjutnya.

Pria yang rumahnya hanya selemparan batu dengan tanjakan Gombel Baru itu juga mengingat jalan tersebut dulunya masih dua arah dan kerap terjadi kecelakaan, terutama truk rem blong.

"Dulu saya sering bantu orang berdarah karena kecelakaan. Tapi sejak ada tol, sudah jauh berkurang," ujarnya.

Namun, terkait asal-usul penamaan tanjakan Gombel, ia mengaku kurang mengetahuinya. Sejak ia lahir, kata dia, nama jalanan tersebut sudah disebut 'Tanjakan Gombel'.

"Namanya kan Gombel karena sering dikaitkan dengan 'wewe gombel', tapi saya kurang mengerti sejarah asal-usul namanya," ujarnya.

Ia berkisah, dulunya di bukit Gombel terdapat hotel yang masih beroperasional sehingga tak menyeramkan. Bahkan terdapat kolam renang yang sering dijadikan tempat bermain anak-anak di sekitar kawasan tersebut.

Altar doa di Tanjakan Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, yang kerap disangka sebagai makam Tionghoa, Selasa (30/9/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

"Waktu kecil saya main di bukit itu, di hotel itu saya main di situ, kan dulu belum ada hiburan. Karena air di sini susah, mandi ya di situ," jelasnya.

Namun, suasana angker mulai muncul kala hotel itu tutup. Ia mengaku tak mengetahui kapan tepatnya hotel di kawasan itu akhirnya tutup.

"Di sana nggak ada makam sama sekali, dulunya hotel. Sejak hotel tutup, mitos angkernya tambah. Dulu ngerinya karena jalan Gombel tanjakan. Apalagi sempat buat acara-acara horor," ungkapnya.

Meski cerita mistis masih beredar, ia menilai suasana Gombel saat ini tak semenyeramkan dulu karena penerangan jalan sudah lebih baik.

"Dulu seramnya karena rawan kecelakaan. Setelah hotel tutup, cerita horornya makin banyak. Tapi sekarang lampunya ramai, jadi agak beda," kata dia.

Siti Riwayati (74), warga lain, juga menyebut kecelakaan kerap terjadi di era sebelum tol. Siti sendiri merupakan salah satu warga yang tertua di perkampungan dekat tanjakan Gombel Baru.

"Dulu tiap bulan ada kecelakaan. Saya sering dengar orang nangis. Anak saya yang nggotongi wong (orang) kecelakaan," kata Siti.

Namun Siti menegaskan, dirinya tak pernah melihat penampakan meski sering melintas. Ia hanya kerap mendengar orang-orang lain bercerita pengalaman mistisnya. Bahkan, ia pernah mendengar cerita orang yang melihat adanya 'istana' di bukit Gombel.

"Ada yang bilang ke saya katanya kelihatannya di sana ada istana, ramai. Kalau aku lihat itu bukan jalan, tapi istana. Tapi kalau diterjang dari sini jalan ke sana ya tetap jalan raya," lanjutnya.




(apu/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork